Berita Bireuen
Pasca Banjir, Desa Blang Mee Kutablang Makin Terancam Abrasi Sungai
Pasca banjir bandang akhir 2025, Desa Blang Mee Kutablang masih terancam abrasi sungai.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Pasca banjir bandang akhir 2025, Desa Blang Mee Kutablang masih terancam abrasi sungai.
- Sedikitnya 10 rumah hilang terseret arus, sementara jarak rumah ke bibir sungai kini tinggal 2 meter.
- Warga berharap pemerintah segera membangun tebing penahan untuk mencegah abrasi yang terus meluas.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ancaman abrasi sungai masih menghantui warga Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, pasca banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025.
Bencana dahsyat itu telah mengakibatkan sedikitnya 10 rumah warga hilang terseret arus.
Sementara empat rumah lainnya rusak parah dan kini berada dalam kondisi rawan jatuh ke sungai.
Warga Blang Mee, M Jafar dalam keterangannya kepada Serambinews.com pada Minggu (18/1/2026), mengungkapkan, bahwa abrasi terus meluas.
“Kemarin saat hujan sedikit, tebing sungai jatuh lagi. Kemungkinan besar abrasi akan terus meluas,” ujarnya di lokasi dekat aliran sungai.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah rumah yang berada di tepi sungai sudah dibongkar sebagian, seperti kusen pintu, jendela, dan atap seng, untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut.
Baca juga: Abrasi Mengganas di Pulo Ie, Wabup Baital Tinjau Lokasi dan Upayakan Penanganan Darurat
Bahkan, ada rumah yang baru saja jatuh ke sungai beberapa hari lalu.
Ia menambahkan, jarak antara permukaan sungai dengan rumah warga dulunya sekitar 20 meter.
Kini, jarak itu menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 2 meter.
Banyak rumah sudah dikosongkan karena pemiliknya khawatir sewaktu-waktu bisa ambruk ke sungai.
“Walaupun banjir bandang sudah sebulan lebih berlalu, Desa Blang Mee masih terancam abrasi sungai. Banyak rumah warga yang masih rawan jatuh,” katanya.
Dampak Banjir Bandang
Saat banjir bandang melanda, sekitar 98 persen rumah warga Desa Blang Mee terendam air.
Hingga kini, sekitar 60 persen rumah masih tertimbun endapan lumpur.
Baca juga: Abrasi Pesisir Jangka, Bireuen Meluas, Tambak dan Areal Sawah 6 Desa Terendam Banjir
Kondisi ini membuat aktivitas warga belum sepenuhnya pulih.
Letak geografis desa turut memperparah dampak banjir.
Desa Blang Mee berbatasan langsung dengan Krueng Peusangan di sebelah barat, tidak jauh dari bendungan karet yang bersebelahan dengan Desa Kapa, Peusangan.
Di sebelah timur terdapat waduk alam Paya Nie.
Sementara di selatan berbatasan dengan Gampong Baro Gle Siblah, Peusangan Siblah Krueng, dan di utara dengan Desa Kulu.
Posisi ini membuat desa rentan terhadap luapan sungai dan abrasi.
Di sisi lain, aliran sungai kini bergeser ke arah barat.
Baca juga: 157 Hektare Tambak Warga Jangka-Bireuen Tertimbun Lumpur, Keuchik: di Mana Kami Mencari Nafkah
Bendungan karet yang sebelumnya berada di tepi sungai kini tampak seperti pulau di tengah aliran air.
Kondisi ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat.
Mereka berharap pemerintah segera membangun tebing penahan sungai untuk mencegah abrasi yang terus meluas.
M Jafar yang rumahnya tertimbun lumpur dan berada dekat sungai, mengaku selalu was-was.
“Abrasi masih terjadi sampai sekarang. Dua hari lalu tanah di kawasan ini jatuh lagi, meski hujan hanya sedikit,” beber dia.
“Bahkan tanpa hujan pun bisa jatuh karena bagian bawah tebing sudah melengkung ke dalam,” ujarnya sambil menunjukkan kondisi tebing sungai.
Menurutnya, sepanjang aliran sungai mulai dari Gampong Gle Siblah, Peusangan Siblah Krueng, komplek PIM, Blang Mee hingga Krueng Tingkeum, kondisinya hampir sama.
Namun, kawasan Blang Mee disebut paling parah.
Baca juga: VIDEO Bupati Bireuen H. Mukhlis Tinjau Langsung Abrasi di Kuala Jangka
Masyarakat Desa Blang Mee kini menaruh harapan besar agar pemerintah segera turun tangan.
Pemasangan tebing sungai dinilai sebagai solusi mendesak untuk mencegah abrasi lebih lanjut.
Tanpa penanganan segera, bukan hanya rumah warga yang terancam, tetapi juga keselamatan mereka yang masih bertahan di desa.(*)
| Sempat Tak Diketahui Identitas, 2 Remaja Meninggal Laka Lantas di Peudada Dijemput Keluarga di RSUD |
|
|---|
| Kasat Lantas, Kasat Reskrim Polres Bireuen dan Kapolsek Peudada Cek Lokasi Kecelakaan Lalu Lintas |
|
|---|
| Dua Remaja Simpang Mamplam Meninggal Laka Lantas di Peudada Bireuen |
|
|---|
| KDMP Kelola Kampung Nelayan |
|
|---|
| Bupati Bireuen Hadiri Konferensi Ke-IV Forum KKA di Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/abrasi-intai-Blang-Mee.jpg)