Berita Banda Aceh

Hati-hati, Oknum Catut Nama Wartawan Beraksi, Modus Minta Belas Kasihan

Nama wartawan Banda Aceh, Hendra Sukmana, dicatut oknum untuk meminta uang lewat WhatsApp dengan modus belas kasihan.

Penulis: Saifullah | Editor: Saifullah
KOLASE SERAMBINEWS.COM/KOMPAS.COM/TANGKAPAN LAYAR TIKTOK
MODUS PENIPUAN - Tangkapan layar video edukasi yang berisi peringatan modus penipuan baru berkedok notifikasi update perangkat WhatsApp (kiri) yang beredar di media sosial dan ilustrasi aplikasi WA (kanan). (KOLASE SERAMBINEWS.COM/KOMPAS.COM/TANGKAPAN LAYAR TIKTOK) 

Ringkasan Berita:
  • Nama wartawan Banda Aceh, Hendra Sukmana, dicatut oknum untuk meminta uang lewat WhatsApp dengan modus belas kasihan.
  • Pelaku memakai foto saat Hendra dijenguk Ketua PWI Aceh dan menggunakan nomor palsu untuk meyakinkan korban.
  • PWI Aceh menegaskan itu murni penipuan dan mengimbau masyarakat segera melapor jika menerima pesan mencurigakan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saifullah | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dunia digital kembali menjadi ladang kejahatan bagi oknum tak bertanggung jawab. 

Kali ini, nama seorang wartawan di Banda Aceh, Hendra Sukmana, dicatut untuk meminta uang kepada pejabat pusat melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Ironisnya, Hendra yang tengah berjuang melawan sakit justru dijadikan tameng untuk menebar belas kasihan palsu.

Kasus ini terungkap ketika Hendra menerima telepon dari seorang rekannya di Jakarta. 

Sang pejabat mengonfirmasi apakah benar Hendra mengirim pesan meminta bantuan uang karena sedang sakit.

Tak hanya itu, ia juga mengirimkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menampilkan nama dan foto Hendra.

Baca juga: Terseret Kasus Penipuan Calo Akpol Miliaran Rupiah, Adly Fairuz Bantah Mengaku Jenderal

Foto yang digunakan pelaku bukan sembarangan. 

Gambar tersebut adalah dokumentasi saat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, menjenguk Hendra pada 16 Januari 2026.

“Saya heran, dari mana si penipu mengambil foto itu. Setahu saya hanya diposting di grup WhatsApp PWI,” ujar Hendra dengan nada kecewa.

Untuk memperkuat tipu daya, pelaku menggunakan nomor berbeda dengan alasan nomor asli Hendra sedang tidak aktif. 

Padahal, Hendra menegaskan hanya memiliki satu nomor resmi: 082160500997.

“Kalau ada yang menghubungi dengan nomor lain, itu pasti penipuan,” tegasnya.

Baca juga: Laporkan Timothy Ronald Terkait Kasus Dugaan Penipuan Kripto, Pelapor Ngaku Rugi Rp3 Miliar

Murni Penipuan

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, turut menanggapi kasus ini. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved