Banda Aceh
Program Sister City Berlanjut, Banda Aceh-Jepang Perkuat Pertukaran Pengetahuan-Perekonomian
Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh di bawah kepemimpinan Wali Kota, Illiza Sa'aduddin Djamal berkomitmen untuk melanjutkan...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Pemko Banda Aceh di bawah Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal berkomitmen melanjutkan kerja sama sister city dengan Kota Higashimatsushima, Jepang.
- Kerja sama ini bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi, pertukaran pengetahuan, dan pembangunan berkelanjutan, berlandaskan ikatan kemanusiaan pascatsunami.
- Illiza menegaskan program ini mendapat dukungan pemerintah pusat dan diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banda Aceh.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh di bawah kepemimpinan Wali Kota, Illiza Sa'aduddin Djamal berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama sister city antara Banda Aceh dan Kota Higashimatsushima, Jepang.
Diketahui sister city (kota kembar atau kota bersaudara) adalah kemitraan jangka panjang antara dua komunitas di negara berbeda yang menjalin hubungan persahabatan melalui perjanjian resmi untuk kerja sama di bidang berbagai bidang.
Adapun latar belakang kerja sama sister city bertujuan memperkuat hubungan antar pemerintah kota lintas negara melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, promosi ekonomi. “Dan pemahaman budaya untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Illiza saat memimpin zoom meeting bersama OPD di Pendopo Wali Kota Banda Aceh terkait dengan pemangku kepentingan pemerintah salah satu kota di prefektur Miyagi, Senin (19/1/2026).
Berfokus pada pemberdayaan masyarakat ekonomi antara kedua kota kembar, program ini merupakan rintisan Illiza sedari 2014 silam. Kala itu, kedua unsur pemerintahan kota telah menandatangani suatu MoU kerja sama.
Baca juga: Komisi III DPRK Banda Aceh Tinjau Sejumlah Titik Berpotensi Kemacetan Lalu Lintas
Menurut Illiza, kedua kota yang secara geografis berjauhan, disatukan oleh musibah tsunami dan juga nilai kemanusiaan, serta komitmen untuk membangun kota yang lebih tangguh dan mandiri.
“Program sister city diharapkan menjadi instrumen strategi dalam mempercepat pembangunan daerah, memperluas jejaring nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya melalui penggarap tiram,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Illiza juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait. “Banda Aceh sudah mendapat izin dari Pemerintah Aceh untuk berkolaborasi dengan Higashimatsushima, termasuk mengoptimalkan keberadaan Akademi Banda Aceh dalam waktu yang tidak lama lagi,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Illiza-memimpin-zoom-meeting-bersama-OPD-2026.jpg)