Senin, 27 April 2026

Berita Banda Aceh

Pembangunan RS Pendidikan Tanggap Bencana Lanjut, USK dan JICA Matangkan Rencana

Pihak Universitas Syiah Kuala (USK) dan JICA (Japan International Cooperation Agency) pusat dari Tokyo melakukan pertemuan

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Pihak Universitas Syiah Kuala (USK) dan JICA (Japan International Cooperation Agency) pusat dari Tokyo saat meninjau ke lokasi pembangunan rumah sakit, Senin (19/1/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Rencana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK terus berlanjut.

Pihak Universitas Syiah Kuala (USK) dan JICA (Japan International Cooperation Agency) pusat dari Tokyo melakukan pertemuan, Senin (19/1/2026).

Lewat pertemuan itu, Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan langkah konkret dalam upaya pengembangan infrastruktur kesehatan dan pendidikan kelas dunia.

Delegasi JICA pusat dari Tokyo pun meninjau persiapan awal pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian komunikasi intensif yang telah dibangun sebelumnya antara USK dengan JICA perwakilan Indonesia.

Kali ini, delegasi dari Tokyo turun langsung untuk melakukan verifikasi lapangan serta melihat kesiapan dokumen strategis yang menjadi syarat mutlak dimulainya proyek besar ini.

Baca juga: Aceh Bersiap Punya RS Pendidikan Tanggap Bencana, USK dan JICA Matangkan Rencana Pembangunan

Dalam penjelasannya, Rektor USK Prof. Marwan mengungkapkan bahwa saat ini progres proyek sedang memasuki tahapan krusial.

Yaitu transisi dari Blue Book (rencana daftar proyek pinjaman luar negeri jangka menengah) menuju Green Book (daftar rencana pinjaman luar negeri siap direalisasikan).

"Kunjungan hari ini dari pihak JICA Tokyo bertujuan untuk melihat langsung kesiapan dokumen dan lokasi fisik. 

Kita sedang melakukan persiapan dokumen-dokumen lanjutan untuk mendukung proses dari Blue Book ke Green Book," ujar Prof. Marwan.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektoral terus diperkuat guna memastikan kelancaran administrasi.

"Kami secara intensif berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), pihak JICA sebagai calon pemberi pinjaman, serta Bappenas," lanjutnya.

Studi Kelayakan dan Target 2027

Setelah kunjungan ini, pihak JICA dijadwalkan akan melakukan survei detail terkait Feasibility Study (FS) atau Studi Kelayakan.

USK sendiri telah menyiapkan dokumen awal FS yang akan disinergikan dengan standar kebutuhan JICA.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved