Banjir Landa Aceh
Korban Banjir Terima Dana Tunggu Hunian
Sebanyak 300 korban banjir bandang dari dua kecamatan di Bireuen, Selasa (20/1/2026) siang, menerima Dana Tunggu Hunian
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 300 korban banjir bandang dari dua kecamatan di Bireuen menerima Dana Tunggu Hunian. Dana itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala BNPB
- Adapun 300 korban banjir yang menerima dari dua kecamatan yaitu dari Peusangan dan Peusangan Siblah Krueng. Besarnya DTH sebesar Rp 600.000 per bulan
- Korban banjir menerima untuk tiga bulan yakni Desember, Januari dan Februari. Sehingga, totalnya masing-masing penerima mendapatkan Rp 1.800.000/korban
Perlu diperhatikan, kalau DTH ini khusus untuk hunian saja. Suharyanto, Kepala BNPB
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 300 korban banjir bandang dari dua kecamatan di Bireuen, Selasa (20/1/2026) siang, menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Dana itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) BNPB, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dr Suharyanto SSos MM.
Penyerahan berlangsung di balai desa Kantor Camat Peusangan. Turut dihadiri pejabat BNPB dan Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, Forkopimda, Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Matang Geulumpang Dua, Ismail Berutu, Muspika Peusangan, dan ratusan korban banjir.
Adapun 300 korban banjir yang menerima dari dua kecamatan yaitu dari Peusangan dan Peusangan Siblah Krueng. Besarnya DTH sebesar Rp 600.000 per bulan. Maka korban banjir menerima untuk tiga bulan yakni Desember, Januari dan Februari. Sehingga, totalnya masing-masing penerima mendapatkan Rp 1.800.000/korban dalam buku tabungan.
Amatan Serambi, sejak pukul 13.00 WIB, ratusan korban banjir berdatangan ke balai desa setempat. Mereka menandatangani absen satu persatu, dan sebagian berada di luar karena tempat terbatas
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sejak hari pertama terjadi bencana sudah hadir ke Bireuen. Bahkan, Kepala BNPB juga sudah beberapa kali datang ke Kabupaten Bireuen sehingga sudah memahami kondisi bencana yang terjadi.
Dijelaskannya, data sementara rumah yang rusak berat tidak bisa digunakan lagi atau hanyut di Bireuen sebanyak 2.646 unit. Menurutnya, ini tentu belum menjadi angka pasti karena bisa bertambah dan berkurang. Data akan divalidasi kembali oleh petugas pendataan melibatkan mahasiswa dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) setelah melakukan pengecekan kerumah masyarakat.
Dijelaskan Letjen Suharyanto, 2.646 rumah rusak berat itu langsung masuk dalam program pembangunan rumah hunian tetap (Huntap). Sehingga, bapak dan ibu berhak mendapatkan DTH ini atau uang untuk kontrak atau sewa rumah sebulan Rp 600 ribu per kepala keluarga.
Tahap pertama diberikan tiga bulan mulai Desember 2025, Januari dan Februari 2026 melalui Bank Syariah Indonesia. Di mana diberikan sampai rumah hunian tetap rampung dibangun. "Dari 2.646 korban, tadi yang sudah ada rekening BSI 915 penerima. Maka, yang sudah dibagikan tahap pertama 314 KK, sementara tahap kedua ini 300 KK," jelasnya.
Kepala BNPB mengatakan, dana yang diberikan ini diharapkan membantu kebutuhan masyarakat yang harus tinggal di tempat sanak saudara. "Meskipun bapak dan ibu kini tinggal di tempat saudara, kebutuhan makan, minum, logistik, beras, sembako dan lainnya masih tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ungkapnya.
Sehingga, boleh meminta sembako dan lainnya ke posko yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat kabupaten/kota, kecamatan sampai ke desa atau gampong. "Perlu diperhatikan, kalau DTH ini khusus untuk hunian saja," tegas Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.(yus)
Bukan Kunjungan Formalitas
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST mengatakan, kehadiran Kepala BNPB di sini, bukan sekedar kunjungan formalitas, melainkan bukti nyata kehadiran negara dan kepedulian Pemerintah Pusat terhadap keselamatan serta kesejahteraan masyarakat terdampak bencana.
Kunjungan kerja Kepala BNPB juga menjadi momen yang sangat dinantikan oleh warga. Sebab, pada kesempatan ini, diserahkan secara simbolis DTH kepada 300 orang penerima manfaat.
Dana ini merupakan bantuan sangat krusial bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana, sebagai biaya sewa tempat tinggal sementara sebelum hunian tetap mereka rampung dibangun atau diperbaiki.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga dan memberikan ketenangan bagi warga dalam menata kembali kehidupan pascabencana," ujarnya
Bupati Bireuen meminta korban banjir tetap bersabar dan semangat dalam proses pemulihan ini. "Kami di jajaran Pemkab akan terus berupaya maksimal untuk mendampingi dan mengawal proses rehabilitasi ini hingga tuntas," ujar Bupati.(yus)
Dana Tunggu Hunian
Banjir Landa Aceh
Banjir dan Longsor di Aceh
Korban Banjir dan Longsor di Aceh
Korban Banjir Terima Dana Tunggu Hunian
Serambinews.com
Serambinews
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Korban-Banjir-Terima-Dana-Tunggu-Hunian.jpg)