Banjir Landa Aceh

Dua Madrasah Hilang Disapu Banjir

Jumlah murid belum mencapai seratus persen yang datang setiap hari, karena masih diselimuti duka akibat bencana alam. MARTINI

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI TIMUR EDISI KAMIS 20260122 

Ringkasan Berita:
  • MIN 5 Seunong dan Raudhatul Athfal (RA) setara dengan Taman Kanak-kanak (TK) hilang disapu banjir bandang di Pidie Jaya.
  • Di lokasi itu, saat ini hanya tersisa dua tiang beton sebagai pagar di bibir sungai. Lenyapnya dua bangunan madrasah menyebabkan ratusan murid MIN 5 Seunong dan RA harus belajar darurat di masjid.
  • Jumlah murid belum mencapai seratus persen yang datang setiap hari, karena masih diselimuti duka akibat bencana alam

Jumlah murid belum mencapai seratus persen yang datang setiap hari, karena masih diselimuti duka akibat bencana alam. MARTINI, Kepala MIN 5 Seunong

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Seunong dan Raudhatul Athfal (RA) setara dengan Taman Kanak-kanak (TK) hilang disapu banjir bandang di Pidie Jaya. 

Ekses bencana meteorologi tersebut menyebabkan ratusan murid hilang tempat belajar, yang didirikan puluhan tahun di pinggir jalan menuju Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Piidie Jaya. Saat ini, ratusan murid harus numpang belajar di masjid. 

Pantauan Serambi, Rabu (21/1/2026), bangunan MIN 5 Seunong dan RA di dekat Krueng Meureudu sudah berubah menjadi aliran sungai.

Di lokasi itu, saat ini hanya tersisa dua tiang beton sebagai pagar di bibir sungai. Lenyapnya dua bangunan madrasah menyebabkan ratusan murid MIN 5 Seunong dan RA harus belajar darurat di masjid. 

Kepala MIN 5 Seunong, Martini SAg kepada Serambi, Rabu (21/1/2026) mengatakan, dua bangunan MIN 5 dan RA yang terletak satu kompleks hilang terbawa banjir bandang di aliran sungai. Sarana dua madrasah itu terbawa banjir pada hari kedua bencana alam, pada tanggal 27 November 2025. 

Ia menjelaskan, banjir bandang itu menyapu gedung MIN 5 dan RA yang dibangum di areal sekitar 1.000 meter, bersama mobiler dan fasilitas madrasah seperti laptop hilang terbawa banjir. Padahal, letak MIN 5 dan RA jauh dari bibir sungai yang tumbuh rumpun bambu sebagai penahan tebing. Namun, dahsyatnya banjir membawa tanah bersama gedung dan satu musalla.

Kata Martini, saat ini yang tinggal hanya dua tiang beton pada bekas pagar madrasah, yang menjadi bukti di lokasi itu pernah berdiri gedung MIN 5 dan RA.

" Sebenarnya hari pertama banjir saya mau melihat kondisi MIN 5 Seunong, tapi kala itu akses jalan tidak bisa kita lintasi karena tingginya banjir. Namun, banjir susulan hari kedua, ternyata bangunan MIN 5, RA dan satu musalla hilang disapu banjir," jelas Martini yang hampir dua tahun menjabat sebagai Kepala MIN 5 Seunong. 

Ia menyebutnya, pascabanjir 143 murid MIN 5 Seunong dan 23 murid RA belajar di Masjid Seunong, yang letaknya sekitar 500 meter dengan bangunan MIN 5 yang hilang disapu banjir. Saat ini,  empat tenda bantuan telah diberikan bersama mobiler. Tenda itu bantuan dari BNPB dan Kankemenag Pidie Jaya.

Tenda bantuan itu rencananya akan segera dipasang di kompleks masjid untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain itu, untuk kegiatan KBM MIN 5 sering menggunakan tempat TPA. " Jumlah murid belum mencapai seratus persen yang datang setiap hari, karena masih diselimuti duka akibat bencana alam," ujarnya.

Menurut  Martini, 143 murid yang menuntut ilmu di MIN 5 berasal dari Gampong Seunong, Genteng, Kulam, Meunasah Teungoh, Lancok, dan Gle Cut. Ada pun jumlah guru mencapai 25 orang, baik berstatus ASN, PPPK dan guru bakti. 

" Saat ini, pakaian untuk murid belum terpenuhi semuanya, meski itu sudah pernah dibagikan. Pakaian murid yang sudah lengkap yang dipakai pada Senin dan Selasa," sebutnya.(naz)

MBG belum Disalurkan

Di sisi lain, kata Kepala MIN 5 Seunong, Martini  mengungkapkan, saat ini murid MIN 5 dan RA Seunong belum mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah, meski dirinya sudah melaporkan nama murid ke Dinas Pendidikan Pidie Jaya. 

Menurutnya, MBG untuk sekolah/madrasah di Kecamatan Meurah Dua disalurkan serentak pada Januari 2026. Namun, untuk MIN 5 dan RA Seunong justru belum disalurkan. Padahal, anak-anak membutuhkan MBG pascabanjir di Pidie Jaya. 

" Kita sudah memberikan data jumlah murid untuk bisa menerima Program MBG, tapi kita belum mengetahui jadwal kepastian penyalurannya MBG tersebut.  Katanya dalam waktu dekat ini disalurkan MBG ke MIN 5 dan RA Seunong yang letaknya sekitar 10 Km dengan Kantor Bupati Pidie Jaya," pungkasnya.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved