Pemulihan Aceh
Tercepat di Aceh, Pidie Serahkan Kunci Huntara Korban Banjir, Gunakan Dana BTT
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie resmi menyerahkan kunci hunian sementara (huntara) kepada korban banjir bandang
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar | Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie resmi menyerahkan kunci hunian sementara (huntara) kepada korban banjir bandang di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kamis (22/1/2026).
Penyerahan kunci dilakukan langsung oleh Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, didampingi Wakil Bupati Alzaizi serta unsur Forkopimda.
Dengan penyerahan tersebut, Kabupaten Pidie menjadi daerah tercepat di Aceh yang menuntaskan dan menyerahkan huntara kepada warga terdampak banjir.
Huntara tersebut dibangun menyusul banjir bandang yang melanda kawasan itu pada November 2025, yang juga terjadi secara bersamaan di sejumlah kabupaten lain di Aceh.
Hingga kini, daerah lain masih dalam tahap pembangunan huntara bagi korban bencana.
Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, SH, CPM, mengatakan penyerahan kunci secara simbolis menandai rampungnya pembangunan huntara sebagai bentuk komitmen Pemkab Pidie dalam memastikan warga terdampak memiliki tempat tinggal layak huni pascabencana.
“Pembangunan huntara merupakan bagian dari penanganan darurat pascabencana sekaligus solusi sementara bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang,” kata Andi kepada Serambinews.com.
Ia menjelaskan, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Pemkab Pidie membangun sebanyak 12 unit huntara dengan metode swakelola tipe II.
Huntara tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya hanyut dan mengalami rusak berat akibat banjir.
Seluruh unit huntara dibangun di lokasi yang telah ditetapkan dan dinilai aman dari potensi bencana susulan.
Pembangunan ini diprioritaskan agar warga tidak berlama-lama tinggal di lokasi pengungsian.
Baca juga: BNPB Targetkan Sebelum Ramadhan Semua Pengungsi Tempati Huntara, Pidie Jaya Berjumlah 773 Orang
“Huntara ini bersifat sementara, namun dipastikan layak huni dan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap),” ujarnya.
Gunakan Dana BTT
Andi menambahkan, pembangunan huntara tersebut bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie Tahun 2025.
| Jembatan Apung Kepala Hiu Peusangan Beroperasi, Menghubungkan Pante Lhong dengan Pante Baro Kumbang |
|
|---|
| Fasilitas Olahraga Rusak Dihantam Banjir, Aceh Tamiang Gagal Jadi Tuan Rumah Event Bergengsi |
|
|---|
| Data Pascabencana Aceh Tengah 100 Persen Sinkron, Siap Masuk Tahap Lanjutan |
|
|---|
| Sudah 5 Bulan Terisolir, Warga Alue Wakie Nagan Raya Desak Pembangunan Jembatan Rangka Baja |
|
|---|
| Dijenguk Relawan Psikososial, Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Menangis Haru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Huntara-72u2u2.jpg)