Selasa, 21 April 2026

Berita Bireuen

Jeritan IRT dan Kepsek di Peusangan Selatan, Jembatan Putus Bikin Sengsara, Bertahan dengan Rakit

Jembatan Ulee Jalan–Suak di Peusangan Selatan putus akibat banjir, warga terpaksa gunakan rakit.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
IRT NAIK RAKIT - Seorang ibu rumah tangga (IRT) tampak kelelahan usai turun dari rakit di jembatan Ulee Jalan, Peusangan Selatan, Bireuen, Kamis (22/1/2026). Ia mengharapkan jembatan baru segera dibangun di daerah itu. 

Dari total 300 siswa, 77 di antaranya tinggal di seberang sungai. 

“Setiap hari mereka harus naik rakit untuk sampai ke sekolah,” papar Nuzlita. 

“Biaya sekali jalan Rp10.000, jadi Rp20.000 untuk pulang pergi. Ini sangat memberatkan keluarga mereka,” jelasnya.

Menurut Nuzlita, kondisi ini bukan hanya soal biaya, tetapi juga berdampak pada semangat belajar. 

Banyak siswa mulai kesulitan hadir tepat waktu, bahkan ada yang terpaksa absen karena tidak sanggup menanggung ongkos harian.

“Kalau bisa, sebelum jembatan dibangun, pemerintah memberi bantuan biaya transportasi bagi siswa yang terisolir,” harapnya.

Baca juga: Puluhan Rumah di Peusangan Selatan, Bireuen Masih Tertimbun Lumpur Banjir

Suara warga dan dunia pendidikan kini berpadu.

Percepatan pembangunan jembatan permanen adalah kebutuhan mendesak. 

Tanpa jembatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat terus terhambat. 

Para santri, pedagang, dan warga biasa sama-sama merasakan dampak berat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, BNPB, hingga pemerintah pusat segera turun tangan. 

Jembatan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan. 

“Dengan adanya jembatan, semua aktivitas akan kembali lancar. Kami mohon perhatian serius agar pembangunan segera dilakukan,” tegas Nuzlita.

Baca juga: Puluhan Alat Berat Dikerahkan untuk Pulihkan Jalan dan Jembatan Putus di Wilayah Tengah

Kini, rakit masih menjadi penyelamat sementara. 

Namun, bagi warga Peusangan Selatan, harapan terbesar adalah melihat jembatan baja kembali berdiri kokoh, menghubungkan desa-desa, dan menghapus rasa lelah serta biaya yang menguras kantong setiap hari.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved