Selasa, 21 April 2026

Berita Bireuen

Jeritan IRT dan Kepsek di Peusangan Selatan, Jembatan Putus Bikin Sengsara, Bertahan dengan Rakit

Jembatan Ulee Jalan–Suak di Peusangan Selatan putus akibat banjir, warga terpaksa gunakan rakit.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
IRT NAIK RAKIT - Seorang ibu rumah tangga (IRT) tampak kelelahan usai turun dari rakit di jembatan Ulee Jalan, Peusangan Selatan, Bireuen, Kamis (22/1/2026). Ia mengharapkan jembatan baru segera dibangun di daerah itu. 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan Ulee Jalan–Suak di Peusangan Selatan putus akibat banjir, warga terpaksa gunakan rakit.
  • IRT dan siswa sekolah mengeluhkan biaya serta kelelahan, bahkan pendidikan terganggu karena akses sulit.
  • Warga dan pihak sekolah mendesak pemerintah percepat pembangunan jembatan permanen sebagai urat nadi kehidupan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak jembatan rangka baja yang menghubungkan Ulee Jalan–Suak di Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen ambruk akibat banjir besar pada akhir November lalu, kehidupan masyarakat di kawasan itu berubah drastis. 

Jembatan yang selama ini menjadi akses vital kini hanya tersisa puing.

Sehingga kini hanya rakit sederhana menjadi satu-satunya penghubung antar desa.

Setiap hari, ratusan warga dari belasan desa harus menyeberangi sungai menggunakan rakit. 

Para petani, pedagang, pelajar, hingga guru, tak punya pilihan lain. 

Ongkosnya pun tidak murah: Rp10.000 untuk satu kendaraan.

Baca juga: Jembatan Putus di Peusangan Bireuen, Warga Temukan Harapan di Perahu Ketek

Sementara bagi penumpang, dikenakan biaya sukarela. 

Namun, bagi masyarakat kecil, pengeluaran harian ini terasa berat, apalagi jika harus bolak-balik.

Sarwani, seorang ibu rumah tangga (IRT) dari Desa Darul Aman, mengaku kelelahan dengan situasi ini. 

Dalam kondisi sakit, ia tetap harus menyeberang rakit menuju puskesmas untuk berobat. 

“Cukup berat setiap hari naik rakit. Tolong sampaikan kepada pemerintah, kami butuh jembatan permanen segera,” ujarnya dengan napas terengah setelah menaiki tanjakan dari tepi sungai.

Baca juga: Warga Minta Jembatan Putus di Suka Makmur Aceh Singkil Segera Diperbaiki

Jeritan Dunia Pendidikan

Tak ketinggalan, Plt Kepala SMAN 1 Peusangan Selatan, Nuzlita Ramasepa, juga menyuarakan keresahan serupa. 

Sekolah yang dipimpinnya berada di Desa Uteun Gathom, sebelah utara jembatan yang putus. 

Dari total 300 siswa, 77 di antaranya tinggal di seberang sungai. 

“Setiap hari mereka harus naik rakit untuk sampai ke sekolah,” papar Nuzlita. 

“Biaya sekali jalan Rp10.000, jadi Rp20.000 untuk pulang pergi. Ini sangat memberatkan keluarga mereka,” jelasnya.

Menurut Nuzlita, kondisi ini bukan hanya soal biaya, tetapi juga berdampak pada semangat belajar. 

Banyak siswa mulai kesulitan hadir tepat waktu, bahkan ada yang terpaksa absen karena tidak sanggup menanggung ongkos harian.

“Kalau bisa, sebelum jembatan dibangun, pemerintah memberi bantuan biaya transportasi bagi siswa yang terisolir,” harapnya.

Baca juga: Puluhan Rumah di Peusangan Selatan, Bireuen Masih Tertimbun Lumpur Banjir

Suara warga dan dunia pendidikan kini berpadu.

Percepatan pembangunan jembatan permanen adalah kebutuhan mendesak. 

Tanpa jembatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat terus terhambat. 

Para santri, pedagang, dan warga biasa sama-sama merasakan dampak berat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, BNPB, hingga pemerintah pusat segera turun tangan. 

Jembatan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan. 

“Dengan adanya jembatan, semua aktivitas akan kembali lancar. Kami mohon perhatian serius agar pembangunan segera dilakukan,” tegas Nuzlita.

Baca juga: Puluhan Alat Berat Dikerahkan untuk Pulihkan Jalan dan Jembatan Putus di Wilayah Tengah

Kini, rakit masih menjadi penyelamat sementara. 

Namun, bagi warga Peusangan Selatan, harapan terbesar adalah melihat jembatan baja kembali berdiri kokoh, menghubungkan desa-desa, dan menghapus rasa lelah serta biaya yang menguras kantong setiap hari.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved