Sabtu, 30 Mei 2026

Jembatan Rusak

Warga Minta Jembatan Putus di Suka Makmur Aceh Singkil Segera Diperbaiki

Jembatan Desa Suka Makmur, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, hingga kini belum kembali layak dilalui setelah struktur penyangga atau

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
JEMBATAN SUKA MAKMUR - Kondisi jembatan Suka Makmur di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Senin (19/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Rahman juga menilai dana tanggap darurat yang telah dialokasikan belum sebanding dengan kondisi jembatan di lapangan. Hingga kini, kata dia, belum ada kepastian waktu penyelesaian maupun penjelasan resmi yang dapat menenangkan warga.
  • Ironisnya, dalam beberapa pekan terakhir warga terpaksa bergerak secara swadaya. Dengan tenaga dan dana sendiri, mereka melakukan penimbunan tanah dan membuat akses darurat agar kendaraan roda dua dan roda empat tetap bisa melintas.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Jembatan Desa Suka Makmur, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, hingga kini belum kembali layak dilalui setelah struktur penyangga atau abutment jembatan putus akibat banjir pada akhir November 2025.

Kondisi tersebut menuai kekecewaan warga. Pasalnya, meski dana tanggap darurat disebut telah dianggarkan untuk perbaikan, progres pekerjaan di lapangan dinilai belum sesuai harapan.

“Jembatan desa yang putus pascabanjir sampai sekarang belum juga layak dilalui, padahal dana tanggap darurat sudah digelontorkan,” kata Rahman Syafi’i, warga Suka Makmur, Selasa (20/1/2026).

Menurut Rahman, lambannya penanganan membuat warga mempertanyakan keseriusan Dinas PUPR Aceh Singkil serta komitmen kontraktor pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Ia menilai penanganan jembatan terkesan lalai dan minim tanggung jawab.

Padahal, jembatan Suka Makmur merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat setempat.

Baca juga: Cegah Overload, Pemerintah Siapkan Timbangan Truk di Jembatan Bailey Kuta Blang

“Warga mempertanyakan keseriusan PUPR Aceh Singkil dan komitmen kontraktor pelaksana dalam menjalankan tanggung jawabnya,” tegasnya.

Rahman juga menilai dana tanggap darurat yang telah dialokasikan belum sebanding dengan kondisi jembatan di lapangan. Hingga kini, kata dia, belum ada kepastian waktu penyelesaian maupun penjelasan resmi yang dapat menenangkan warga.

Ironisnya, dalam beberapa pekan terakhir warga terpaksa bergerak secara swadaya. Dengan tenaga dan dana sendiri, mereka melakukan penimbunan tanah dan membuat akses darurat agar kendaraan roda dua dan roda empat tetap bisa melintas.

Terkait kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menegaskan persoalan ini bukan sekadar soal proyek dan anggaran, melainkan menyangkut keselamatan jiwa, akses ekonomi, pendidikan anak-anak, serta keberlangsungan hidup masyarakat yang sehari-hari melintasi jembatan tersebut.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved