Jumat, 24 April 2026

Banjir Landa Aceh

Dikunjungi Mendagri, Warga Sahraja- Aceh Timur Minta Huntara dan Tenda Sekolah Disegerakan

"Para korban ibu-ibu, guru dan masyarakat meminta beberapa hal agar disegerakan, seperti Huntara dan penambahan tenda belajar, kami sanggupi dan...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Mendagri Tito Karnavian didampingi oleh, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky saat berdialog dengan korban banjir, Kamis (22/1/2026).  

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Warga Dusun Sarahgala, Desa Sahraja, Kabupaten Aceh Timur meminta kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian agar hunian sementara (Huntara) segera dibangun di kampung mereka, mengingat hingga saat ini masyarakat desa masih tinggal di tenda pengungsian yang dibagi oleh BNBP.

Bagi para pengungsi, hidup di bawah terpal bukanlah pilihan, melainkan keterpaksaan.

Jelamat, salah satu warga yang mengungsi bersama empat anggota keluarganya, mengungkapkan keluh kesahnya selama dua bulan hidup di pengungsian.

"Kami sudah tinggal di tenda selama dua bulan terakhir. Sampai saat ini belum ada kejelasan soal Hunian Sementara (Huntara). Kami mencoba bersabar karena tahu pemerintah sedang bekerja, tapi kami sangat berharap proses ini bisa dipercepat, dan alhamdulillah hari ini Pak Mendagri dan Pak Bupati berkunjung kami menyampaikan langsung keperluan kami apa saja yang harusnya ada" ujar Jelamat.

Kondisi ini dialami oleh ratusan warga lainnya.

Kepala Desa (Keuchik) Sahraja, Sulaiman, mencatat bahwa dampak banjir bandang ini meluas di empat dusun, yaitu:

1. Dusun Sahraja
2. Dusun Sarah Gala
3. usun Puring
4. Dusun HTI

"Secara keseluruhan, terdapat 812 jiwa dari 233 Kepala Keluarga (KK) yang nasib. Kami kini bergantung pada bantuan dan kebijakan pemulihan dari pemerintah daerah maupun pusat, kami," tuturnya.

Baca juga: Warga Terpaksa Naik Getek, Camat di Bireuen Harap Jembatan Ulee Jalan Segera Dibangun Baru

Guru Berharap Tenda Sekolah

Sementara itu Aisyah guru sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sarahgala meminta kepada Mendagri agar diberikan tenda sekolah dan tenda untuk ruang guru, sejak aktif kembali sekolah sejak Senin (19/1/2026) lalu, mereka belajar di ruang terbuka dengan keadaan darurat  serta dibawah tenda kemendikdasmen.

Namun, tenda tersebut tidak sepenuhnya menampung sebanyak 96 murid yang berada di SD Sarahgala itu beberapa dari mereka harus belajar diatas terpal.

"Kami meminta agar ada penambahan tenda bagi siswa dan guru, serta ada bantuan alat tulis agar siswa-siswi kami dapat belajar dan menulis lagi, karena banyak alat tulis dan perlengkapan lain terbawa arus banjir bandang setinggi delapan meter," paparnya.

Permintaan tersebut disetujui oleh Kemendagri, dalam dialognya bersama korban banjir di Dusun Sarahgala.

Tito menjelaskan akan memerintahkan Bupati dan Dinas Pendidikan menambahkan tenda belajar dan bantuan  alat tulis untuk para siswa.

Sementara permintaan pembangunan Huntara juga sedang dalam pendataan dan pemetaan lokasi dimana akan dibangun Huntara bagi korban banjir di Sahraja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved