Banjir Landa Aceh
Jembatan Berawang Gajah Rampung, 4 Kampung Tak Lagi Terisolir
Jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun oleh TNI Yonzipur telah rampung dan resmi dapat dilalui mulai, Rabu (21/1/2026).
Ringkasan Berita:
- Empat kampung di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, kembali memiliki akses penghubung.
- Jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun oleh TNI Yonzipur telah rampung dan resmi dapat dilalui mulai, Rabu (21/1/2026).
- Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh Tengah, kami mengucapkan terima kasih. Ini bukti nyata bahwa TNI hadir untuk masyarakat, melayani masyarakat
"Sebuah kebahagiaan bagi empat desa, Bintang Pepara, Burlah, Kekuyang, dan Buge Ara, karena hari ini sudah bisa dilewati dengan jembatan darurat. Ini adalah karya TNI Yonzipur," Haili Yoga, Bupati Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Setelah hampir dua bulan terisolir, empat kampung di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, kembali memiliki akses penghubung. Jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun oleh TNI Yonzipur telah rampung dan resmi dapat dilalui mulai, Rabu (21/1/2026).
Empat kampung yang sebelumnya terputus akses, kini kembali tersambung, yakni Kekuyang, Burlah, Buge Ara, dan Pantan Reduk. Selama jembatan putus akibat bencana banjir, masyarakat setempat terpaksa melintasi sungai menggunakan tali sling untuk menyeberang, termasuk saat membawa hasil bumi dan kebutuhan sehari-hari.
Bupati Aceh Tengah, Drs Haili Yoga M.Si meninjau langsung jembatan darurat tersebut. Ia didampingi Brigjen Ismed, Camat Ketol, para reje kampung, serta prajurit Yonzipur.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan. "Hari ini kami berada di Jembatan Berawang Gajah. Sebuah kebahagiaan bagi empat desa, Bintang Pepara, Burlah, Kekuyang, dan Buge Ara, karena hari ini sudah bisa dilewati dengan jembatan darurat. Ini adalah karya TNI Yonzipur, hasil kerja sama dengan masyarakat dan BNPB. Semua berkolaborasi," ujar Haili Yoga.
Ia menegaskan, rampungnya jembatan tersebut menjadi bukti kehadiran negara melalui TNI bagi masyarakat. "Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh Tengah, kami mengucapkan terima kasih. Ini bukti nyata bahwa TNI hadir untuk masyarakat, melayani masyarakat," sambungnya.
Sejumlah warga menyambut gembira selesainya pembangunan jembatan darurat itu. Seorang ibu yang ditemui di lokasi mengaku bersyukur karena kampung mereka tidak lagi terisolir. "Bahagia sekali, Pak. Sekarang kami sudah bisa lewat, tidak terisolir lagi," ujarnya.
Di tengah peresmian tersebut, Bupati juga menyampaikan duka atas wafatnya Kapten Muhammad Saugi, Komandan Kompi Yonzipur 16, yang mengalami kecelakaan beberapa hari sebelumnya. Almarhum diketahui terlibat langsung dalam pembangunan jembatan Bailey dan jembatan darurat di sejumlah titik terdampak bencana.
Pembangunan Jembatan Berawang Gajah ini diharapkan dapat memulihkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di empat kampung yang sempat terputus aksesnya tersebut.(am)
Banjir Landa Aceh
Jembatan Berawang Gajah Rampung
Jembatan Berawang Gajah
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Bupati Aceh Timur Ultimatum Vendor Huntara, Minta Tunjukkan Bukti Pembangunan |
|
|---|
| Polres Lhokseumawe Salurkan Bantuan untuk Korbam Banjir di Sawang |
|
|---|
| Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Infrastruktur Rusak Akibat Bencana |
|
|---|
| Hampir Rampung, Rumah Bantuan Kadin untuk Penyintas Banjir di Pidie Jaya Segera Bisa Dihuni |
|
|---|
| Disdikbud Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Darurat Pasca Banjir, Utamakan Keselamatan Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jembatan-Berawang-Gajah-Rampung.jpg)