Ringkasan Berita:
- WNA asal Vietnam yang diduga melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Desa Meudang Ghon dan Karueng Ateuh, Kabupaten Aceh Jaya, dikabarkan telah meninggalkan lokasi.
- Para WNA tersebut disebut keluar dari area tambang pada Rabu (21/1/2026) malam, tak lama setelah pemberitaan Serambi Indonesia mengenai aktivitas mereka.
- Penarikan para penambang emas ilegal asal Vietnam dilakukan untuk meredam kondisi sosial masyarakat Aceh Jaya.
SERAMBINEWS.COM, CALANG - Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam yang diduga melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Desa Meudang Ghon dan Karueng Ateuh, Kabupaten Aceh Jaya, dikabarkan telah meninggalkan lokasi. Para WNA tersebut disebut keluar dari area tambang pada Rabu (21/1/2026) malam, tak lama setelah pemberitaan Serambi Indonesia mengenai aktivitas mereka.
Salah satu sumber menyebutkan, penarikan para penambang emas ilegal asal Vietnam dilakukan untuk meredam kondisi sosial masyarakat Aceh Jaya. “Sore kemarin ada rapat di sebuah kantor di Calang, dan mereka diperintahkan untuk turun,” kata sumber tersebut. “Infonya alat-alat juga sudah diturunkan, tapi kita tidak tahu posisinya di mana. Yang jelas, sudah tidak ada di lokasi penambangan,” tambahnya.
Pj Keuchik Kareung Ateuh, Teuku Syahrial, mengaku belum mengetahui secara pasti apakah para penambang itu sudah benar-benar turun. Namun, ia menyampaikan bahwa pada Rabu (21/1/2026), Kabag Ekonomi Setdakab Aceh Jaya, Zulfa Nazli, sempat menghubunginya untuk memberi informasi bahwa tim terpadu akan turun ke desanya. “Bisa jadi mereka sudah turun, karena saya dikasih tahu oleh Pak Kabag Ekonomi kalau tim terpadu akan turun ke lokasi,” jelasnya.
Sementara itu, seorang warga lain menyebutkan bahwa para WNA tersebut memang sudah turun dan dijemput oleh agen mereka menggunakan mobil. “Mereka sudah dibawa, dijemput semalam di pohon kuini Gampong Meudang Ghon dengan kendaraan roda empat,” ungkapnya. “Sekarang posisinya entah dibawa ke Banda Aceh atau ke mana, kurang tahu. Pokoknya mereka sudah turun,” tuturnya.(rb)