Sabtu, 25 April 2026

Harga Emas

Naik, Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Capai Rp8.760.000 Per Mayam, Minat Beli Tetap Tinggi

Hari ini, Jumat (23/1/2026), harga emas murni per mayam dijual Rp8.760.000, naik Rp 110 ribu per mayam dibandingkan sehari sebelumnya atau kemarin

|
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Indra Wijaya
BELI EMAS - Pedagang melayani warga yang membeli emas di Pasar Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Harga emas murni di Banda Aceh naik lagi: Jumat (23/1/2026) dijual Rp8.760.000 per mayam, meningkat Rp110.000 dibanding Kamis (22/1/2026).
  • Kenaikan terpantau di toko-toko emas kawasan Pasar Aceh; pedagang menyebut tren naik sudah berlangsung beberapa pekan, dipicu ketidakstabilan geopolitik global.
  • Meski naik, minat beli tetap tinggi: sekitar 90 persen transaksi pembelian dan 10 persen penjualan; emas dinilai investasi aman dan juga dibeli untuk kebutuhan perhiasan. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga emas murni di Banda Aceh kembali naik, setelah sempat melemah.

Hari ini, Jumat (23/1/2026), harga emas murni per mayam dijual Rp8.760.000, naik Rp 110 ribu per mayam dibandingkan sehari sebelumnya atau kemarin, Kamis (22/1/2026). 

Kenaikan harga emas ini terpantau di sejumlah toko emas yang beroperasi di kawasan Pasar Aceh.

Pemilik Toko Emas di Pasar Aceh, Muhammad Daffa, mengatakan tren kenaikan harga emas telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Dalam beberapa minggu ini harga emas memang cenderung naik. Salah satu faktornya dipengaruhi kondisi geopolitik global yang belum stabil,” ujar Daffa kepada Serambinews.com, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, meskipun harga emas terus merangkak naik, minat beli masyarakat justru masih sangat tinggi.

Baca juga: Harga Emas Sore Ini 23 Januari 2026: UBS Terbang ke Level Rp2,9 Juta, Antam Hampir Sentuh Rp3 Juta

Hal tersebut terlihat dari perbandingan transaksi harian yang didominasi pembelian dibandingkan penjualan.

“Sekitar 90 persen transaksi adalah pembelian, sementara penjualan hanya sekitar 10 persen,” jelasnya.

Daffa menambahkan, emas masih menjadi pilihan utama masyarakat sebagai instrumen investasi yang dinilai aman, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain untuk investasi, pembelian emas juga dipengaruhi kebutuhan perhiasan, terutama menjelang momen-momen tertentu.

Ia memperkirakan harga emas masih berpotensi mengalami fluktuasi ke depan, tergantung pada perkembangan ekonomi dan geopolitik dunia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved