Banjir Landa Aceh
BNPB Sedang Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Banjir di Bireuen, 48 Huntap Terpusat di Krueng Simpo
“Tim sedang bekerja di lapangan melakukan verifikasi. Jumlah mereka 200 orang. Setiap desa ditugaskan dua orang petugas verifikasi,”
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Memastikan jumlah rumah rusak dihantam banjir dan memperoleh data akurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang melakukan proses verifikasi 26 ribu unit rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen.
Mempercepat proses verifikasi, BNPB menugaskan 200 orang verifikator yang saat ini sedang bekerja di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Plt Kalak BPBD Bireuen, Doli Mardian, Kamis (22/1/2026).
Doli menjelaskan, tim verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen telah mengikuti bimbingan teknis pada Senin (19/1/2026) lalu sampai tuntas.
Tim verifikasi sudah bekerja selama dua hari di lapangan.
Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, tim tersebut bekerja selama satu pekan.
“Tim sedang bekerja di lapangan melakukan verifikasi. Jumlah mereka 200 orang. Setiap desa ditugaskan dua orang petugas verifikasi,” terang Doli Mardian.
Baca juga: Kepala BNPB: 4.000 Pembangunan Huntara di Aceh Utara Dikebut, Target Siap Sebelum Ramadhan
Verifikator bertugas memverifikasi data rumah yang hilang/rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.
Setelah proses verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi, akan dilakukan proses uji publik.
Data daftar rumah-rumah tersebut akan diumumkan di desa masing-masing.
Setelah pendataan dilanjutkan proses uji publik selesai, maka dilanjutkan ke tahapan selanjutnya.
Doli menjelaskan, untuk rumah hilang/rusak berat yang oleh pemiliknya memilih hunian tetap (huntap)
mandiri, pembangunannya akan dilakukan oleh BNPB.
“Untuk korban yang memilih hunian tetap mandiri, maka pembangunannya dilakukan oleh BNPB,” terangnya.
Terkait kapan akan dimulai pembangunan huntap di Bireuen, Doli mengatakan prosesnya akan dilanjutkan pada awal Februari 2026.
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
| Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana |
|
|---|
| Pemkab Nagan Sudah Usul Pembangunan Kembali 2 Sekolah Hancur Diterjang Banjir di Beutong Ateuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Plt-Kalak-BPBD-Bireuen-Doli-Mardian.jpg)