Penampakan Pembangunan 204 Unit Huntara di Kampung Tunyang Bener Meriah
Sebanyak 204 unit huntara atau 17 barak saat ini sedang dikerjakan oleh PT Waskita.
Ringkasan Berita:
- Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kampung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, kini memasuki tahap perakitan unit rumah.
- Pelaksana Tugas (Plt) Camat Timang Gajah, Andi Syahputra, mengatakan bahwa pembangunan huntara telah berlanjut dari tahap pematangan lahan ke tahap perakitan unit.
- Sebanyak 204 unit huntara atau 17 barak saat ini sedang dikerjakan oleh PT Waskita.
SERAMBINEWS.COM, BENER MERIAH – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kampung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, kini memasuki tahap perakitan unit rumah.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Timang Gajah, Andi Syahputra, mengatakan bahwa pembangunan huntara telah berlanjut dari tahap pematangan lahan ke tahap perakitan unit.
Sebanyak 204 unit huntara atau 17 barak saat ini sedang dikerjakan oleh PT Waskita.
“Alhamdulillah, pembangunan huntara di Kampung Tunyang saat ini sudah memasuki tahap perakitan. Total 204 unit huntara atau 17 barak sedang dikerjakan,” ujar Andi kepada Kompas.com, Kamis (22/1/2026).
Menurut Andi, pembangunan huntara merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal sementara yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana, sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap.
Baca juga: Kepala BNPB Tinjau Huntara di Aceh Utara, Optimistis Warga Tak Lagi Tinggal di Tenda saat Ramadan
Ia menambahkan, pihak kecamatan akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak pelaksana agar pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Semoga pembangunan huntara ini dapat diselesaikan secepatnya, sehingga masyarakat bisa segera menempati hunian sementara dengan rasa aman dan nyaman,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak bencana, Saleh, berharap pembangunan huntara dapat segera rampung, mengingat bulan Ramadan akan segera tiba.
Saat ini, Saleh bersama keluarganya masih menumpang tinggal di rumah kerabat setelah rumah mereka rusak akibat longsor.
Baca juga: Warga Curhat ke Mendagri, Minta segera Dibangun Huntara dan Tenda Sekolah
Selain merusak rumah, longsor juga menimbun sebagian kebun miliknya.
Sekitar delapan rante atau setengah hektare lahan pertanian tidak dapat lagi ditanami.
Tanaman kopi dan cabai rawit yang siap panen pun ikut rusak dan mengalami gagal panen.
“Sekitar delapan rante atau setengah hektare tertutup longsor, sebagian tidak bisa ditanami lagi,” ujar Saleh saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (23/1/2025).
Kondisi tersebut memaksa Saleh untuk mencari sumber penghasilan lain demi memenuhi kebutuhan keluarganya pascabencana.
| Tinjau Infrastruktur Rusak di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Mendagri Pastikan Percepatan Penanganan |
|
|---|
| Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Infrastruktur Rusak di Bener Meriah dan Aceh Tengah |
|
|---|
| Huntara di Jambak Masih Proses Dialiri Air Bersih, Bukti Dampak Parah Banjir Bandang di Aceh Barat |
|
|---|
| Kadin Tinjau Pembangunan Rumah Bantuan Bagi Penyintas Banjir di Pidie jaya |
|
|---|
| Bangun Ekosistem Pemuda, Amanah Gandeng Kampus dan Pemda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sebanyak-204-Unit-Huntara-di-Kampung-Tunyang-Bener-Meriah-Masuki-Tahap-Perakitan.jpg)