Berita Aceh Utara
Mahasiswa Unimal Olah Rimpang jadi Jamu Tradisional Saat KKN di Desa Tanoh Anoe Aceh Utara
mahasiswa mengolah berbagai jenis rimpang yang mudah dijumpai, seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Mahasiswa KKN PPM Kelompok 15 Universitas Malikussaleh mengajari warga pembuatan jamu tradisional di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara baru-baru ini.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa selama menjalani KKN yang bertujuan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar lingkungan desa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengolah berbagai jenis rimpang yang mudah dijumpai, seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak.
Selama ini rimpang tersebut umumnya hanya digunakan sebagai bumbu masakan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jika diolah dengan cara yang tepat.
Proses pembuatan jamu dilakukan secara sederhana agar dapat dengan mudah ditiru oleh masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa KKN Unimal Hadirkan Pendidikan Gratis Ilmiah & Demokratis Bagi Sekolah Dasar di Aceh Utara
Rimpang dibersihkan, dipotong kecil, lalu direbus hingga air rebusannya berubah warna dan mengeluarkan aroma khas. Setelah itu, air rebusan disaring dan diberi tambahan gula aren secukupnya sebelum disajikan.
Proses pembuatan jamu sepenuhnya dilakukan oleh mahasiswa KKN PPM Kelompok 15 Universitas Malikussaleh dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan berbagai jenis rimpang sebagai jamu tradisional.
Hasil olahan jamu tersebut kemudian dibagikan kepada sejumlah warga sebagai bentuk edukasi kesehatan.
Semakin peduli terhadap kesehatan
Ketua KKN PPM Kelompok 15 Universitas Malikussaleh, Hernawan dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Minggu (25/1/2026), menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali manfaat tanaman rimpang kepada masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa KKN Unimal Kunjungi Pabrik Sagu Punteut Lhokseumawe Untuk Belajar Potensi Ekonomi Lokal
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa bahan-bahan yang ada di sekitar rumah bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan, tanpa harus selalu bergantung pada obat kimia,” ujarnya.
Jamu tradisional yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada Geuchik Desa Tanoh Anoe dan masyarakat setempat. Warga terlihat antusias dan memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut.
Salah satu anggota KKN PPM, Dinda, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan oleh masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PPM Kelompok 15 Universitas Malikussaleh berharap masyarakat Desa Tanoh Anoe semakin peduli terhadap kesehatan dan mampu memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitarnya secara sederhana dan berkelanjutan.(*)
Baca juga: Profil Irjen Achmad Kartiko, Mantan Kapolda Aceh yang Dipromosikan Jadi Kalemdiklat Polri
| Pemuda Meunasah Masjid Siap Wujudkan KDKMP, Dandim Aceh Utara : Lahannya Silahkan Ditentukan Warga |
|
|---|
| Ketua PWNU Aceh Antar Ribuan Kitab untuk Santri Korban Banjir di Dayah 6 Daerah, Ini Daftar Penerima |
|
|---|
| Upah Belum Dilunasi, Buruh dan Tukang Bangun Huntara di Aceh Utara Mengadu ke Haji Uma |
|
|---|
| Buruh dan Tukang Bangun Huntara di Aceh Utara Mengadu ke Haji Uma, Karena Upah Belum Dibayar |
|
|---|
| Dua Maestro Nasional Hadir di Unimal, Edukasi Mahasiswa Lewat Puisi, Lukisan dan Rapai Pase |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mahasiswa-Unimal-Olah-Rimpang-jadi-Jamu-Tradisional-Saat-KKN-di-Desa-Tanoh-Anoe-Aceh-Utara.jpg)