Rabu, 22 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Menghantui Warga

Tumpukan lumpur dan sampah masih menjadi persoalan serius pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Alat berat yang dikerahkan Wan Tanindo ketika membersihkan halaman rumah warga yang masih berlumpur sisa banjir bandang dua bulan lalu. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Tumpukan lumpur dan sampah masih menjadi persoalan serius pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu.

Keberadaan lumpur ini memaksa masyarakat harus bertahan di pengungsian karena akses ke pemukiman belum sepenuhnya terbuka.

Pemerintah daerah sendiri sudah berjibaku membersihkan lumpur dengan mengerahkan puluhan alat berat.

Namun proses pembersihan ini belum menyentuh seluruh daerah karena damnpak kerusakan banjir yang begitu besar.

“Rumah kami belum bisa ditempati karena lumpur di dalam tidak bisa dibuang, sementara lumpur jalan di samping rumah masih tinggi,” kata Uswah, warga Kebun Tanahterban, Karangbaru, Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Kemarin Malam, Emak-emak Kepung Kantor Datok Kampung Kesehatan Aceh Tamiang

Uswah mengaku sudah beberapa kali melihat alat berat masuk ke pemukimannya untuk membersihkan lumpur

Namun yang membuat dia heran, alat berat selalu menyudahi pekerjaannya ketika sudah mendekati rumahnya.

“Selama lumpur di jalan tidak dibersihkan, makan daerah di sini tidak akan bersih,” ungkapnya.

Persoalan ini biasanya diatasi warga secara mandiri dengan menyewa alat berat. Tidak jarang pula negosiasi dengan operator buntu karena tarif yang dipasang tidak disanggupi warga.

“Lumpurnya sudah mulai padat, mustahil bisa dikerjakan manual, memang harus pakai alat berat,” kata Muhammad Irwan, anggota DPRK Aceh Tamiang.

Baca juga: Tak Terbendung! Harga Emas di Banda Aceh Melonjak ke Rp 8,96 Juta per Mayam, Edisi 26 Januari 2026

Wan Tanindo, sapaannya berinisiatif mengerahkan satu unit ekskavator PC 75 untuk membantu warga. 

Proses pembersihan selama tiga hari ini bukan hanya di jalan umum, tapi juga mengangkut lumpur dari halaman warga.

“Sudah dua bulan, tapi kehidupan warga di sini belum normal. Padahal ini hanya berjarak beberapa meter dari kantor bupati dan DPRK Aceh Tamiang,” kata Wan Tanindo.

Politisi Gerindra ini mengatakan alat berat tersebut akan dikerahkannya ke desa lain. 

Bantuan secara mandiri ini diakuinya murni membantu warga agar bisa melaksanakan puasa Ramadan di rumah.

Selain lumpur, tumpukan sampah juga menjadi tantangan serius. 

Baca juga: Wagub Aceh Dampingi Mendagri di Tamiang, Beri Arahan Taruna dan Serahkan Bantuan Presiden

Sejumlah kepala desa mengaku bingung mengatasi sampah karena tidak memiliki kendaraan pengangkut sampah.

“Kebetulan kami di sini didukung sama perusahaan perkebunan kelapa sawit, mereka meminjamkan loader dan dua truk untuk mengangkut sampah,” kata Datok Penghulu Pekanseruway, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Arif Wildan, Senin (26/1/2026).

Kampung Pekanseruway sebenarnya tidak mengalami dampak serius terhadap banjir bandang 26 November 2026. 

Tapi dampak banjir ini menyebabkan operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lumpuh karena armada pengangkut sampah rusak.

Baca juga: Intip Gaji Tentara Amerika Serikat, Bonus Hingga Sistem Pensiunan

Masyarakat harus bisa normal saat puasa nanti

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi menyadari persoalan lumpur dan sampah ini salah satu tantangan serius, selain sektor hunian sementara. 

Namun dia memastikan pemerintah daerah akan terus meningkatkan mutu penanggulangan seiring adanya tambahan alat berat dari pemerintah pusat.

“Setiap hari kita terus bergerak, target kita tidak berubah, masyarakat harus bisa normal saat puasa nanti,” kata Armia Pahmi. (mad)

Baca juga: Profil Irjen Achmad Kartiko, Mantan Kapolda Aceh yang Dipromosikan Jadi Kalemdiklat Polri

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved