Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Komisi I DPRA dan SMSI Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Informasi Publik

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi SMSI Aceh bersama Komisi I DPRA di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin (26/1/2026).

Editor: Mursal Ismail
Dokumen SMSI Aceh
AUDIENSI - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh melakukan audiensi dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin (26/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Komisi I DPRA dan SMSI Aceh membangun kolaborasi strategis untuk memperkuat kualitas informasi publik, peran media, serta menghadapi tantangan hoaks, media sosial, dan literasi informasi di Aceh.
  • SMSI Aceh menyoroti tantangan ekosistem media lokal, mulai dari kebijakan anggaran, fenomena “media homeless”, hingga perlunya kemitraan yang adil dan regulasi yang berpihak pada pers profesional.
  • Komisi I DPRA menegaskan media sebagai mitra strategis demokrasi dan pengawasan kebijakan.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membangun kolaborasi strategis dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh dalam upaya memperkuat kualitas informasi publik dan peran media di Aceh. 

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi SMSI Aceh bersama Komisi I DPRA di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin (26/1/2026).

Ketua SMSI Aceh, Aldin NL, menyampaikan bahwa SMSI saat ini merupakan organisasi perusahaan pers terbesar di Indonesia dengan sekitar 3.000 perusahaan media yang tergabung secara nasional.

Berdasarkan catatan Dewan Pers, SMSI menjadi organisasi dengan jumlah anggota terbanyak.

“Di Aceh, jumlah media yang tergabung di SMSI berkisar 47 hingga hampir 50 perusahaan pers.

Dengan kekuatan ini, tentu ada potensi besar untuk menjalin kerja sama dan kolaborasi strategis dengan DPRA, khususnya Komisi I,” kata Aldin.

Baca juga: Wabup Pijay Terima Penghargaan SMSI, Kategori Kepala Daerah Inspiratif dan Solutif

Ia menilai, kolaborasi diperlukan seiring tantangan media saat ini, mulai dari persaingan dengan media sosial, penyebaran hoaks, hingga kebutuhan penguatan literasi informasi publik. 

Audiensi tersebut disambut Ketua Komisi I DPRA Tgk Muharuddin, didampingi Sekretaris Arief Fadillah, serta anggota Komisi I antara lain Ihsanuddin Mz, Azhar Abdurrahman, Iskandar, dan Taufik.

Hadir pula Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Setretariat DPRA, Zulyani Hidayah.

Tgk Muharuddin  menyoroti persoalan hoaks dan ujaran kebencian yang marak beredar di media sosial.

Menurutnya, Komisi I kerap berada dalam posisi dilematis karena menjadi pihak yang ditanyakan ketika muncul informasi menyesatkan di ruang publik.

“Beberapa kasus sudah kami tindaklanjuti ke Kementerian Komunikasi dan Digital. Alhamdulillah, ada sejumlah akun yang sudah diturunkan,” kata Muharuddin.

Baca juga: Sekda Aceh Dianugerahi Award Birokrat Berdedikasi dan Berintegrasi oleh SMSI 

Wakil Sekretaris SMSI Aceh, Reza Gunawan, menyampaikan bahwa perusahaan pers di Aceh saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, seiring perubahan lanskap media dan kebijakan anggaran publikasi.

Reza menambahkan, penguatan ekosistem media lokal menjadi penting agar media tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pemberitaan di tengah derasnya arus informasi digital.

Hal senada disampaikan Bendahara SMSI Aceh, Sulaiman, yang menyinggung fenomena “media homeless”, kondisi ini terjadi akibat terbatasnya akses, minimnya alokasi anggaran, serta tidak adanya pola kemitraan yang adil dan terukur. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved