Senin, 20 April 2026

Berita Banda Aceh

Kapolda Aceh Terima 1,2 Juta PIN E-Learning untuk Siswa Korban Bencana

Bantuan tersebut merupakan sumbangsih ILMCI Group melalui STIK Lemdiklat Polri sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok HUMAS POLDA ACEH
MEMPERLIHATKAN NOTA KERJASAMA – Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah didampingi Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Eko Rudi Sudarto dan CEO Yayasan Anak Bangsa Indonesia–ILMCI Group Dr. Sofian Tjandra, memperlihatkan nota kerjasama terkait bantuan 1,2 juta PIN e-learning dari STIK Lemdiklat Polri untuk mendukung pembelajaran mandiri siswa korban bencana di Aceh, Selasa (27/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menerima bantuan sebanyak 1,2 juta PIN e-learning dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri guna mendukung pembelajaran mandiri bagi siswa korban bencana di Aceh.
  • Bantuan tersebut merupakan sumbangsih ILMCI Group melalui STIK Lemdiklat Polri sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak 
  • Program e-learning ini dirancang untuk menjangkau siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh


SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menerima bantuan sebanyak 1,2 juta PIN e-learning dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri guna mendukung pembelajaran mandiri bagi siswa korban bencana di Aceh.

Bantuan tersebut merupakan sumbangsih ILMCI Group melalui STIK Lemdiklat Polri sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Serah terima bantuan berlangsung di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Irjen Marzuki mengatakan, program e-learning ini dirancang untuk menjangkau siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Program e-learning ini menjadi solusi strategis untuk memastikan anak-anak Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujar Marzuki.

Sebanyak 1,2 juta PIN e-learning tersebut memungkinkan siswa mengakses pembelajaran elektronik secara mandiri dengan dukungan jaringan internet.

Melalui sistem ini, siswa dapat belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di mana saja sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Dengan sistem pembelajaran mandiri berbasis digital, siswa dapat terus belajar meski dalam kondisi keterbatasan,” tambahnya.

Baca juga: Kaum Ibu Bireuen Bersama Donatur Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Babah Suak

Marzuki berharap kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan metode pembelajaran adaptif, terutama bagi siswa di daerah terdampak bencana yang mengalami keterbatasan sarana pendidikan konvensional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada STIK Lemdiklat Polri dan seluruh mitra yang terlibat dalam program tersebut.

Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami mengapresiasi dukungan STIK Polri dan seluruh mitra, termasuk ILMCI Group, yang telah berkolaborasi dalam program ini. Sinergi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Aceh turut memaparkan berbagai upaya penanganan dan pemulihan bencana yang telah dilakukan Polda Aceh di wilayah terdampak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved