Aceh Tengah
PMI Asal Takengon Meninggal di Johor, Haji Uma Bantu Pemulangan
Namun, paspornya ditahan majikan tempat ia bekerja sebagai penjual kue. Tanpa dokumen resmi, ia memilih jalur tidak resmi melalui agen perjalanan.
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Takengon, Aceh Tengah, Khasnaini Mahara (26), ditemukan meninggal dunia di Johor, Malaysia
- Keluarga sempat berkomunikasi dengan Khasnaini sebelum ia dijemput agen yang menjanjikan perjalanan Johor–Batam. Keluarga diminta mentransfer Rp2,5 juta.
- Menurut Haji Uma, kondisi jenazah menimbulkan tanda tanya. “Ada luka sobek di beberapa bagian tubuh.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Alga Mahate Ara|Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Takengon, Aceh Tengah, Khasnaini Mahara (26), ditemukan meninggal dunia di Johor, Malaysia. Kondisi jenazah menimbulkan sejumlah kejanggalan.
Khasnaini, warga Desa Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, sebelumnya berencana pulang ke kampung halaman pada 16 Januari 2026.
Namun, paspornya ditahan majikan tempat ia bekerja sebagai penjual kue. Tanpa dokumen resmi, ia memilih jalur tidak resmi melalui agen perjalanan.
Keluarga sempat berkomunikasi dengan Khasnaini sebelum ia dijemput agen yang menjanjikan perjalanan Johor–Batam. Keluarga diminta mentransfer Rp2,5 juta. Setelah itu, komunikasi terputus.
Beberapa hari kemudian, beredar kabar adanya jenazah WNI di sebuah rumah sakit di Johor. Tim yang dikirim anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, memastikan jenazah tersebut adalah Khasnaini.
Menurut Haji Uma, kondisi jenazah menimbulkan tanda tanya. “Ada luka sobek di beberapa bagian tubuh. Informasi awal menyebut korban jatuh dari kapal dan terkena baling-baling. Namun barang pribadi seperti tas dan KTP ditemukan utuh di dekat jenazah,” ujarnya.
Baca juga: Meninggal di Malaysia, Haji Uma dan BP3MI Antarkan Jenazah PMI Warga Aceh Utara ke Rumahnya
Untuk mempercepat pemulangan, proses hukum tidak dilakukan di Malaysia. Penelusuran akan dilanjutkan di Indonesia, termasuk terhadap agen dan rekening penerima transfer keluarga.
Biaya pemulangan jenazah mencapai Rp22 juta. Keluarga menanggung Rp17 juta, sementara Rp5 juta ditanggung Haji Uma. Proses ini difasilitasi Gabungan Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia dan BP3MI Aceh.
Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu, Medan, Selasa (28/1/2026) pukul 16.00 WIB dengan Malaysia Airlines, sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Takengon.
Haji Uma menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu, serta menegaskan komitmen mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kematian Khasnaini tidak boleh berlalu tanpa kejelasan. Ini demi keadilan keluarga dan perlindungan PMI di luar negeri,” katanya.
Proses pemulangan
Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, mengatakan pihaknya menerima kabar meninggalnya Khasnaini pada 27 Januari 2026 dari tim yang berada di Malaysia.
Begitu informasi diterima, Haji Uma langsung menginstruksikan timnya untuk melakukan penelusuran serta mengurus proses pemulangan jenazah ke tanah air.
| Bupati Haili Yoga Minta Investasi Tambang Mengedepankan Kepentingan Daerah |
|
|---|
| Bupati Haili Yoga Lepas Ekspor 19 Ton Kopi Gayo ke Inggris |
|
|---|
| Dari Muscab PKB, HRD Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Gayo |
|
|---|
| Himpunan Mahasiswa Prodi Hukum UNIKI Pengabdian Masyarakat di Aceh Tengah |
|
|---|
| Penyintas Mendale Aceh Tengah Terima Layanan Medis dan Dukungan Psikososial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Haji-Uma-2801.jpg)