Banjir Landa Aceh
Warga Blang Tripa Alue Wakie Masih Terisolir Akibat Jembatan Putus, Naik Perahu Rp5.000 per Orang
Akibatnya, masyarakat terpaksa menggunakan perahu mesin milik warga sebagai sarana transportasi sehari-hari dengan ongkos Rp5.000 per orang.
Penulis: Rizwan | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Warga Dusun Blang Tripa, Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, hingga kini masih terisolir pascaputusnya jembatan rangka baja Gunong Kong akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
- Jembatan sepanjang 135 meter tersebut merupakan akses utama warga menuju pusat kecamatan dan kabupaten.
- Hingga dua bulan pascakejadian, belum ada pembangunan jembatan darurat dari rangka baja bailey oleh BNPB maupun pemerintah terkait.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rizwan | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Warga Dusun Blang Tripa, Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, hingga kini masih terisolir pascaputusnya jembatan rangka baja Gunong Kong akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Jembatan sepanjang 135 meter tersebut merupakan akses utama warga menuju pusat kecamatan dan kabupaten.
Hingga dua bulan pascakejadian, belum ada pembangunan jembatan darurat dari rangka baja bailey oleh BNPB maupun pemerintah terkait.
Akibatnya, masyarakat terpaksa menggunakan perahu mesin milik warga sebagai sarana transportasi sehari-hari dengan ongkos Rp5.000 per orang.
Kondisi ini sangat dirasakan berat, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus menyeberangi sungai menggunakan rakit.
Baca juga: Jembatan Kutablang Ditutup Lagi, Ada Perbaikan Lantai
Keuchik Alue Wakie, Zakaria M, saat dikonfirmasi Serambinews.com, Rabu (28/1/2026), mengatakan sebelumnya sempat ada wacana pembangunan jembatan bailey sebagai solusi sementara.
Namun hingga kini belum ada kejelasan realisasi.
“Sejauh ini belum ada kabar lanjutan. Kami sangat berharap jembatan bailey bisa segera dibangun agar akses warga kembali normal,” ujar Zakaria.
Ia menambahkan, Alue Wakie merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah saat banjir bandang melanda kawasan tersebut akhir November lalu.
Namun perhatian dan penanganan dari pihak terkait dinilai belum maksimal.
“Sudah dua bulan warga terpaksa naik perahu untuk aktivitas sehari-hari ke kecamatan dan kabupaten,” katanya.
Zakaria juga mengungkapkan, sebelumnya sempat diwacanakan adanya subsidi BBM untuk perahu penyeberangan.
Namun hingga saat ini belum terealisasi, sehingga pengelolaan perahu dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan penumpang dikenakan ongkos.
Baca juga: Ekses Jembatan Putus, Ratusan Warga Dusun Alue U Balee Panah Andalkan Perahu Getek Setiap Hari
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jembatan-rangka-baja-di-Alue-Wakie-Gunong-Kong-Darul-Maknur-Nagan-Raya.jpg)