Selasa, 21 April 2026

Berita Lhokseumawe

Terjadi Pertengahan Ramadhan, Ini Tepatnya Waktu Gerhana Bulan Total yang Bisa Disaksikan di Aceh 

Hasil kajian ilmu falak sepanjang tahun 2026, akan terjadi empat kali gerhana, yakni dua gerhana bulan dan dua lagi gerhana matahari.

|
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
AHLI FALAK - Ahli Falak Aceh yang juga Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail SSy MA, 

Ringkasan Berita:
  • Sepanjang 2026 terjadi empat gerhana secara global: dua gerhana matahari (cincin 17 Februari dan total 13 Agustus) serta dua gerhana bulan (total 3 Maret dan parsial 28 Agustus).
  • Satu-satunya gerhana yang dapat disaksikan dari Aceh dan Indonesia adalah gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 bertepatan 14 Ramadhan 1447 H.
  • Gerhana terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tidak sejajar sempurna akibat kemiringan orbit Bulan sekitar 5 derajat, sehingga gerhana tidak terjadi setiap bulan.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Hasil kajian ilmu falak sepanjang tahun 2026, akan terjadi empat kali gerhana, yakni dua gerhana bulan dan dua lagi gerhana matahari.

Dari dua gerhana bulan, salah satunya adalah gerhana bulan total dan akan terjadi pada 3 Maret 2026 atau 14 Ramadhan 1447 Hijriah.

Gerhana bulan total ini satu-satunya gerhana yang dapat disaksikan di langit Aceh pada tahun 2026 ini.

Seperti diketahui, gerhana merupakan peristiwa terhalangnya cahaya dari sebuah sumber oleh benda yang lain, seperti terhalang cahaya matahari oleh bulan yang menyebabkan terjadinya gerhana matahari.

Kemudian terhalang cahaya matahari oleh bumi yang menyebabkan gerhana bulan. 

Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon).

Baca juga: VIDEO - Detik-detik Istri Sah Datang dan Ambil Mobil, Aksi Berkelas Ini Bikin Heboh

Namun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan. 

Hal ini disebabkan bidang orbit bulan dalam mengitari bumi tidak sejajar dengan bidang orbit bumi dalam mengitari matahari, namun bidang orbit bulan berbentuk miring dengan besar sudut sekitar 5 derajat.

Seandainya bidang orbit bulan sama dengan bidang orbit bumi, maka bisa dipastikan setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan.

Gerhana Matahari Dikenal Empat Jenis:

  • Pertama, gerhana matahari total, di mana saat puncak gerhana terjadi, seluruh piringan matahari ditutupi piringan bulan sehingga matahari terlihat hitam dan memancarkan cahaya korona yang indah. 
  • Kedua, gerhana parsial, di mana saat puncak gerhana terjadi hanya sebahagian piringan matahari ditutupi piringan bulan. 
  • Ketiga, gerhana cincin, dinamai dengan cincin karena saat puncak gerhana terjadi, piringan bulan hanya menutupi pertengahan piringan matahari saja.                                                                                                         Oleh karena itu, matahari terlihat bercahaya pada lingkaran pinggir saja yang berbentuk mirip cincin dan pada posisi tengah matahari berwarna hitam. 
  • Keempat, gerhana hibrida, di mana saat puncak gerhana terjadi, di satu daerah terlihat gerhana matahari total dan di daerah lain terlihat dalam berbentuk gerhana cincin. Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang relatif jarang terjadi atau langka.


Gerhana Bulan Dikenal Ada Tiga Macam Jenisnya: 

  • Pertama, gerhana bulan total, di mana saat puncak gerhana seluruh piringan bulan memasuki bayangan umbra (inti) bumi, sehingga bulan terlihat saat itu berwarna hitam kemerah-merahan. 
  • Kedua, gerhana bulan sebahagian (parsial), di mana saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi (bayang umbra).
  • Ketiga, gerhana bulan penumbra, di mana bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar bumi saja (bukan bayang inti bumi), tidak sampai kedalam bayang inti (bayang umbra). Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata bulan hanya terlihat redup tidak memancarkan sinar yang kuat seperti pada saat purnama-purnama lainnya. 


Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra harus menggunakan teleskop. 

Baca juga: Iran di Ambang Perang? Trump Pertimbangkan Opsi Militer, Ancaman Perubahan Rezim Kembali Menguat


Ahli falak Aceh, yang juga Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail S.Sy M.A, Kamis (29/1/2026) menjelaskan, sesuai hasil kajian ilmu falak, sepanjang tahun 2026, secara global akan terjadi 4 kali gerhana, yakni 2 kali gerhana matahari dan 2 kali gerhana bulan

Rinciannya :


1.Gerhana Matahari Cincin, 17 Februari 2026 M, 29 Syakban 1447 H.


2. Gerhana Bulan Total, 03 Maret 2026 M, 14 Ramadhan 1447 H.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved