Gerhana Matahari
Terjadi 43 Kali Gerhana Matahari dan Bulan Sejak 2017 hingga 2026, Ini Rinciannya
Gerhana merupakan peristiwa astronomi ketika cahaya dari suatu benda langit terhalang oleh benda langit lainnya. Gerhana Matahari terjadi saat
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Gerhana Matahari hanya terjadi pada fase Bulan baru (new moon), sementara gerhana Bulan terjadi pada fase Bulan purnama (full moon).
- Namun, tidak setiap Bulan baru maupun Bulan purnama selalu diikuti peristiwa gerhana. Hal ini disebabkan oleh kemiringan bidang orbit Bulan terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Saiful Bahri | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Gerhana merupakan peristiwa astronomi ketika cahaya dari suatu benda langit terhalang oleh benda langit lainnya. Gerhana Matahari terjadi saat cahaya Matahari terhalang Bulan, sedangkan gerhana Bulan terjadi ketika cahaya Matahari ke Bulan terhalang oleh Bumi.
Gerhana Matahari hanya terjadi pada fase Bulan baru (new moon), sementara gerhana Bulan terjadi pada fase Bulan purnama (full moon).
Namun, tidak setiap Bulan baru maupun Bulan purnama selalu diikuti peristiwa gerhana. Hal ini disebabkan oleh kemiringan bidang orbit Bulan terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Apabila kedua bidang orbit tersebut sejajar, maka setiap Bulan baru akan selalu terjadi gerhana Matahari dan setiap Bulan purnama akan selalu terjadi gerhana Bulan.
Jenis-Jenis Gerhana Matahari
Gerhana Matahari terbagi dalam empat jenis, yaitu:
Gerhana Matahari Total, seluruh piringan Matahari tertutup Bulan sehingga tampak gelap dan memunculkan cahaya korona.
Gerhana Matahari Parsial, hanya sebagian piringan Matahari yang tertutup Bulan.
Gerhana Matahari Cincin, Bulan menutupi bagian tengah Matahari sehingga cahaya Matahari tampak seperti cincin.
Baca juga: Gerhana Matahari Total pada 8 April 2024, Penjelasan BMKG Terkait Ledakan yang Terjadi di Matahari
Gerhana Matahari Hibrida, di sebagian wilayah tampak sebagai gerhana total, sementara di wilayah lain tampak sebagai gerhana cincin. Jenis ini tergolong langka.
Jenis-Jenis Gerhana Bulan
Sementara itu, gerhana Bulan terdiri atas tiga jenis, yakni:
Gerhana Bulan Total, seluruh piringan Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi sehingga Bulan tampak berwarna merah kehitaman.
Gerhana Bulan Parsial, hanya sebagian piringan Bulan yang memasuki bayangan umbra Bumi.
Gerhana Bulan Penumbra, Bulan hanya masuk ke bayangan luar (penumbra) Bumi sehingga tampak redup. Untuk mengamatinya secara jelas diperlukan teleskop.
Data Gerhana 2017–2026
Ahli Falak Aceh sekaligus Dosen Ilmu Falak Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail Is, Kamis (29/1/2026) menjelaskan, berdasarkan data yang dimilikinya, sejak 2017 hingga 2026 terjadi 43 kali gerhana, baik gerhana Matahari maupun gerhana Bulan.
Rinciannya sebagai berikut:
2017: 4 kali gerhana
2018: 4 kali gerhana
2019: 5 kali gerhana
2020: 6 kali gerhana
2021: 4 kali gerhana
2022: 4 kali gerhana
2023: 4 kali gerhana
2024: 4 kali gerhana
2025: 4 kali gerhana
2026: 4 kali gerhana
“Seluruh peristiwa gerhana tersebut merupakan fenomena alam yang dapat dihitung dan diprediksi secara ilmiah melalui kajian ilmu falak,” ujar Tgk Ismail Is.(*)
Gerhana Matahari
Gerhana Matahari Tahun Ini
Gerhana Matahari di Aceh
Gerhana matahari lintasi aceh
Serambinews
Serambinews.com
| Fenomena Langka 2026! Gerhana Matahari Cincin Terjadi, Ternyata Tak Bisa Dilihat dari Indonesia? |
|
|---|
| Akhir Ramadhan Tahun Ini akan Terjadi Gerhana Matahari Langka, Ini Kata Pakar Ilmu Falak |
|
|---|
| Hujan dan Mendung Sebabkan Gerhana Matahari tidak Terlihat di Nagan Raya |
|
|---|
| Gerhana Matahari Cincin Solstis 21 Juni 2020, Akan Terjadi Lagi Tahun 2039 atau 19 Tahun Lagi |
|
|---|
| Waspada, Ternyata Ini Bahaya Melihat Gerhana Matahari Secara Langsung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tgk-ismail-is-dosen-ilmu-falak.jpg)