Selasa, 21 April 2026

Berita Lhokseumawe

Perdana di Aceh, Ponpes Misbahul Ulum Gelar Wisuda Baca Kitab Kuning Praktis

Ponpes Modern Misbahul Ulum Lhokseumawe menggelar wisuda perdana baca Kitab Kuning dengan metode praktis Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
WISUDA KITAB KUNING - Pesantren Modern Misbahul Ulum menggelar Wisuda Santri Baca Kitab Kuning untuk pertama kalinya di Aula Teuku Umar, kompleks pesantren tersebut di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Kamis (29/1/2026). Dok Misbahul Ulum 
Ringkasan Berita:
  • Ponpes Modern Misbahul Ulum Lhokseumawe menggelar wisuda perdana baca Kitab Kuning dengan metode praktis Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri.
  • Sebanyak 50 santri lulus ujian dan diwisuda, menandai tonggak penting pendidikan Islam di Aceh.
  • Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi bertujuan membentuk santri agar mengamalkan ilmu dan istiqamah dalam belajar.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Sebuah momen bersejarah tercatat di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Misbahul Ulum, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe

Untuk pertama kalinya, pesantren ini menggelar Wisuda Baca Kitab Kuning Praktis dengan metode Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri, Kamis (29/1/2026), di Aula Teuku Umar, komplek pesantren setempat.

Program ini merupakan terobosan baru dalam pembelajaran Kitab Turats (kitab klasik Islam). 

Dengan sistematika belajar yang unik, para santri hanya membutuhkan waktu sekitar delapan bulan untuk mampu membaca Kitab Turats dengan benar. 

Metode Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri yang diadopsi dari Pesantren Sidogiri, Jawa Timur, menjadi pedoman utama dalam proses pembelajaran.

Ketua Umum Yayasan Misbahul Ulum, Drs H Zainal Abidin MK, MPd dalam sambutannya menegaskan, bahwa Pesantren Modern Misbahul Ulum adalah satu-satunya pesantren di Aceh yang menerapkan metode praktis ini. 

Baca juga: Santri Aceh Besar Adu Baca Kitab Kuning sebagai Upaya Merawat Marwah Aceh

“Setelah enam tahun penyelenggaraan pembelajaran Kitab Turats, untuk pertama kalinya kita melaksanakan wisuda santri dengan Program Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri,” ujarnya.

Zainal Abidin menambahkan, sejak berdiri tahun 1993, pesantren ini telah mempelajari kitab-kitab Turats. 

Namun, dalam enam tahun terakhir, pola pembelajaran ditingkatkan dengan metode baru agar lebih cepat, praktis, dan mudah dipahami oleh santri.

Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, SPd, Gr, MHum mengingatkan, pentingnya dukungan orang tua dalam proses belajar anak-anak. 

“Kami berharap bapak dan ibu wali santri dapat memberi dorongan penuh agar anak-anak tetap semangat mengikuti pembelajaran Kitab Turats,” katanya.

Acara wisuda turut dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, majelis guru, serta pembimbing kitab kuning dari Pesantren Sidogiri Jawa Timur. 

Baca juga: Catat! Ini Jadwal Penerimaan Santri Baru Pesantren Modern Misbahul Ulum Lhokseumawe

Kehadiran mereka menambah khidmat prosesi wisuda perdana ini.

Bukan Sekadar Formalitas

Sementara itu, Penanggung Jawab Program dari Pesantren Sidogiri, Ustaz Ahmad Ridho Abdul Muhyi menekankan, bahwa Wisuda Kitab Kuning bukan sekadar seremoni. 

“Wisuda ini bertujuan membentuk santri agar mengamalkan ilmunya dan menjadi hamba Allah yang saleh,” terang Ustaz Ahmad Ridho.

“Tidak semua orang bisa mengikuti prosesi ini karena ada serangkaian tes yang harus dilewati, terutama dalam membaca kitab,” jelasnya.

Menurut Ridho, sebanyak 50 santri berhasil lulus ujian yang digelar oleh pembimbing dari Sidogiri. 

Mereka dinyatakan layak mengikuti prosesi wisuda dan akan melanjutkan ke kelas khusus untuk memperdalam keilmuan. 

“Ini adalah awal bagi santri untuk lebih istiqamah dalam menuntut ilmu,” tutupnya.

Wisuda perdana ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Islam di Aceh. 

Baca juga: Pesantren Modern Misbahul Ulum Adakan Muzakarah Ulama yang Pertama

Dengan metode praktis yang terbukti efektif, Pesantren Modern Misbahul Ulum berharap dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya mampu membaca Kitab Turats dengan baik, tetapi juga mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Acara berlangsung khidmat, penuh semangat, dan menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam melestarikan tradisi keilmuan Islam klasik dengan pendekatan modern dan praktis.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved