Berita Bireuen
Mahasiswa UNIKI Bireuen Hadirkan Sekolah Darurat di Ketol Aceh Tengah
Mahasiswa UNIKI Bireuen bersama relawan Sukma Bangsa mendirikan sekolah darurat di Desa Rejewali, Ketol, Aceh Tengah.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa UNIKI Bireuen bersama relawan Sukma Bangsa mendirikan sekolah darurat di Desa Rejewali, Ketol, Aceh Tengah.
- Sekitar 46 murid terdampak banjir dan longsor tetap belajar enam hari seminggu serta mengikuti program mengaji dan trauma healing.
- Program ini menjadi simbol rehabilitasi pendidikan pasca bencana, dengan mahasiswa UNIKI bertugas selama tiga bulan di lokasi.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di daerah terdampak bencana.
Bersama relawan pendidikan Yayasan Sukma Bangsa, mereka aktif mengajar di sekolah darurat yang didirikan di Desa Rejewali, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.
Mahasiswi UNIKI yang terlibat dalam program ini antara lain:
- Aulia Agustian (Prodi Ilmu Hukum)
- Nazira Safira (Prodi Manajemen)
- Nurul Maqfirah dan Miftahul Rizki (Prodi Seni dan Pertunjukan FKIP UNIKI)
Mereka bergabung dengan relawan Sukma Bangsa dan guru SD Negeri 10 Ketol untuk mengaktifkan sekolah tenda sebagai sarana belajar anak-anak yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Menurut Nurul Maqfirah, perjalanan menuju lokasi tidak mudah.
Baca juga: Gedung Masih Dipenuhi Lumpur, Anak Korban Banjir di Aceh Tamiang Belajar di Sekolah Darurat
Bersama Miftahul Rizki, ia harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer dari posko dengan kondisi jalan mendaki dan menurun di kawasan pegunungan.
Sebelum tiba di Rejewali, mereka juga melakukan asesmen data di SD Negeri 20 Ketol dan SMP Negeri 32 Takengon.
Sekitar 46 murid terlibat dalam kegiatan sekolah darurat ini.
Proses belajar mengajar dilakukan seperti jadwal sekolah normal, enam hari dalam seminggu, pukul 10.00–12.00 WIB.
Sore harinya, pukul 15.00–16.00 WIB, para mahasiswa juga mengajar mengaji.
Tujuan utama sekolah tenda ini adalah mencegah putus sekolah dan memastikan anak-anak korban bencana tetap mendapatkan akses pendidikan meski kondisi daerah porak poranda.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat Plot Rp 2 Miliar untuk Persiapan Lahan Sekolah Rakyat
Selain mengajar, mahasiswa UNIKI bersama relawan juga melaksanakan program trauma healing untuk membantu anak-anak mengatasi rasa takut dan kehilangan akibat bencana.
“Harapan kami, pembelajaran yang kami ajarkan dapat menghilangkan rasa trauma serta menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak di pedalaman pasca bencana,” ujar Nazira Safira.
Dukungan Kampus
UNIKI Bireuen
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI)
Mahasiswa UNIKI
sekolah darurat
Yayasan Sukma Bangsa
Ketol
Aceh Tengah
Bireuen
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Arus Sungai Deras, Penyeberangan Warga di Pante Lhong Terkendala, Satu Perahu Ketek Dibawa Arus |
|
|---|
| Korban Banjir di Gandapura Bireuen Belum Dibangun Hunian Tetap, Minta Didata Ulang |
|
|---|
| Bupati Bireuen Serahkan Raqan Penyertaan Modal untuk PDAM kepada DPRK |
|
|---|
| Kadis Sosial Bireuen: Operator Desa Sudah Dilatih untuk Perbaiki Data Desil |
|
|---|
| PT Takabeya Perkasa Group Bangun Rumah untuk Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-UNIKI-mengajar-di-sekolah-darurat.jpg)