Berita Bireuen
250 Mahasiswa Umuslim Melaksanakan Pengabdian di Desa Terdampak Banjir
Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 250 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, dilepas untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di desa-desa terdampak banjir, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026.
Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd., kepada Serambinews.com, Jumat (30/1/2026), mengatakan para mahasiswa ditempatkan di Desa Pante Baro Gle Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng; Desa Tanjong Nie dan Pante Lhong, Kecamatan Peusangan; serta Desa Cot Ara, Kecamatan Kutablang Blang.
Program pengabdian ini berlangsung selama satu bulan, mulai 28 Januari hingga 28 Februari 2026.
Di lokasi pengabdian, mahasiswa berperan sebagai pendamping masyarakat, fasilitator kegiatan, serta penggerak inovasi berbasis kebutuhan lokal.
Mereka diharapkan mampu mendorong proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di setiap desa.
Mahasiswa terlibat langsung dalam pembangunan sistem aquaponik, hidroponik fodder, pompa air tenaga surya, sterilisasi air, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.
Baca juga: Umuslim Gelar Program Mahasiswa Berdampak di Pante Lhong Peusangan Bireuen
Selain itu, mereka mendampingi kelompok tani mulai dari tahap perencanaan hingga operasional, sekaligus memberikan edukasi agar teknologi yang diterapkan dapat digunakan secara mandiri dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim yang didampingi para pendamping lapangan dengan fokus kegiatan berbeda-beda, meliputi bidang pertanian, kesehatan, pengelolaan air bersih, produksi pangan, pendataan risiko banjir bandang, serta edukasi mitigasi bencana berbasis komunitas.
Mahasiswa tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana.
Pemulihan pascabencana
Melalui Program Mahasiswa Berdampak, mahasiswa Umuslim tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga membangun empati, kepemimpinan sosial, serta kemampuan bekerja lintas sektor.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi bukti peran perguruan tinggi dalam melahirkan generasi muda yang peduli, tangguh, dan siap berkontribusi dalam pemulihan pascabencana. (*)
Baca juga: TNI dan Masyarakat Terus Bantu Bersihkan Rumah Warga Pascabanjir dan Longsor
| Kemenkes Bantu 3 Ambulans untuk Tiga Puskesmas Terdampak Bencana di Bireuen |
|
|---|
| Ribuan KK Korban Banjir Bireuen Mulai Terima Dana Stimulan Ekonomi dan Bantuan Perabot |
|
|---|
| Sekda Bireuen Dilantik, M Nasir Sebut Sekda Adalah Komunikator Utama Pemerintahan Daerah |
|
|---|
| Nelayan Kuala Raja Bireuen Dibantu Pengurusan E-Pas Kapal Kecil 1-7 GT |
|
|---|
| Pemkab Tera Ulang Timbangan Pedagang di Gandapura, Begini Maknanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-marwan-mpd-rektorumuslim.jpg)