Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Besar

Jaga Pelestarian Penyu, 90 Tukik Dilepas di Pantai Blangmee, Lhoong

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi perburuan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa laut yang dilindungi.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
LEPAS TUKIK - Sekelompok pelajar sedang melakukan pelepasan anak penyu (tukik) di Pantai Blangmee, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Jumat (30/1/2026). Tukik itu merupakan program konservasi dari anak-anak muda yang tergabung dalam Kelompok Konservasi Penyu Pantai Blangmee. 

Ringkasan Berita:
  • Kelompok Konservasi Penyu Pantai Blangmee kembali menggelar kegiatan pelepasan anak penyu (tukik) sebanyak 90 ekor di Pantai Blangmee, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Jumat (30/1/2026).
  • Kegiatan ini merupakan yang keenam kalinya dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian habitat penyu di kawasan pesisir tersebut.
  • Langkah ini diharapkan dapat mengurangi perburuan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa laut yang dilindungi.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Kelompok Konservasi Penyu Pantai Blangmee kembali menggelar kegiatan pelepasan anak penyu (tukik) sebanyak 90 ekor di Pantai Blangmee, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini merupakan yang keenam kalinya dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian habitat penyu di kawasan pesisir tersebut.

Ketua kelompok konservasi, Adun Munawir, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya dengan modal pribadi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membeli telur penyu dari masyarakat setempat, yang sebelumnya memiliki kebiasaan berburu telur penyu untuk dikonsumsi.

 Langkah ini diharapkan dapat mengurangi perburuan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa laut yang dilindungi.

“Kegiatan konservasi ini bertujuan agar habitat penyu di Pantai Blangmee tetap lestari, sehingga generasi mendatang masih dapat menyaksikan penyu naik ke darat untuk bertelur. Jangan sampai anak cucu kita hanya mengenal penyu lewat YouTube, tanpa pernah melihat langsung,” ujar Adun Munawir.

Baca juga: Dukung Konservasi Penyu, PELNI Lepas 100 Tukik di Pulo Aceh

Acara pelepasan tukik ini dihadiri oleh Asisten II Bupati Aceh Besar yang mewakili Bupati, sejumlah kepala dinas, perwakilan lembaga pecinta alam, serta keuchik dari tiga desa, yakni Lamkuta Blangmee, Teungoh Blangmee, dan Baroh Blangmee.

Aparatur desa dan masyarakat sekitar juga turut memeriahkan acara serta memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan konservasi ini.

Sebagai bagian dari edukasi lingkungan, kelompok konservasi juga mengundang siswa-siswi tingkat SD dan SMP untuk belajar langsung tentang pelestarian penyu dan ikut serta dalam proses pelepasan tukik ke laut lepas.

Penyu dikenal sebagai hewan berumur panjang yang membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk mencapai usia dewasa dan mampu bertelur.

Menurut para pegiat konservasi, penyu-penyu yang saat ini naik bertelur di Pantai Blangmee diduga merupakan generasi yang lahir pasca musibah tsunami Aceh tahun 2004.

Kegiatan pelepasan tukik berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

“Alhamdulillah, acara hari ini sukses. Semoga upaya kecil ini membawa dampak besar bagi kelestarian penyu di Aceh Besar,” tutup Adun Munawir.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved