Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Neraca Perdagangan Aceh Surplus, India Jadi Mitra Dagang Terbesar, Disusul Thailand dan Amerika

India menjadi mitra dagang terbesar Aceh dengan nilai ekspor mencapai US$52,19 juta atau 87,43 persen, didominasi oleh komoditas batubara dan CPO

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Chat GPT
Ilustrasi ekspor impor via chat gpt - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, mencatat neraca perdagangan luar negeri Aceh mengalami keuntungan atau surplus sebesar US$ 6,64 juta pada periode Desember 2025. 

Ringkasan Berita:Neraca perdagangan Aceh pada Desember 2025 tercatat surplus US$6,64 juta, didorong kenaikan ekspor sebesar 2,42 persen menjadi US$59,69 juta.
 
Ekspor Aceh didominasi batubara dengan tujuan utama India, disusul Thailand dan Amerika Serikat, sementara impor terbesar berupa gas propana/butana dari AS, Qatar, dan UEA.
 
Kinerja ekspor ini sejalan dengan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2026 yang mencapai 125,17 meski beberapa indeks harga mengalami penurunan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, mencatat neraca perdagangan luar negeri Aceh mengalami keuntungan atau surplus sebesar US$ 6,64 juta pada periode Desember 2025.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, dalam keterangan resminya mengatakan, surplus tersebut disebabkan nilai ekspor Aceh pada Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar 2,42 persen. 

Dimana pihaknya mencatat nilai ekspor Aceh mencapai US$59,69 juta, lebih tinggi dibandingkan nilai impor yang sebesar US$53,16 juta.

"Komoditas utama yang diekspor pada Desember 2025 didominasi oleh batubara, dengan nilai mencapai US$42,42 juta, atau berkontribusi sebesar 71,07 persen terhadap total ekspor,” kata Agus, Selasa (3/2/2026).

India menjadi mitra dagang terbesar Aceh dengan nilai ekspor mencapai US$52,19 juta atau 87,43 persen, didominasi oleh komoditas batubara dan CPO. 

Baca juga: Pemerintah Aceh Tuntaskan Tindak Lanjut Evaluasi Kemendagri, APBA 2026 Siap Direalisasi

Di urutan berikutnya adalah Thailand dengan nilai US$3,98 juta, dengan komoditas utama berupa batu bara. 

Selanjutnya, ekspor ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$1,18 juta, dengan komoditas utama kopi dan rempah-rempah.

Ekspor komoditas asal Aceh yang dilakukan melalui pelabuhan di wilayah Provinsi Aceh tercatat sebesar US$55,98 juta, atau 93,77 persen dari total ekspor. 

"Sisanya, sebesar US$3,72 juta diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, dengan nilai terbesar melalui Provinsi Sumatera Utara sebesar US$3,62 juta,” ucapnya.

Total impor Aceh 

Sementara itu, total impor Aceh selama Desember 2025 didominasi oleh propana/butana senilai US$43,19 juta. 

Negara asal impor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai US$23,41 juta, yang berupa gas butana/propana. 

Selain itu, Qatar menyumbang nilai impor sebesar US$10,19 juta dan Uni Emirat Arab menyumbang US$9,60 juta. Impor dari kedua negara tersebut berupa gas propana/butana.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Bergerak Naik Lagi, 3 Februari 2026 Dijual Segini Per Mayam

Meningkatkan nilai ekspor Aceh itu juga, kata Agus, sejalan dengan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025.

Dimana mencatat NTP pada Januari 2026 yang mencapai 125,17, atau naik 0,95 persen dibandingkan Desember 2025. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Januari 2026 adalah sebesar 154,93.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved