Jumat, 24 April 2026

Banjir Landa Aceh

Petani Tambak Aceh Timur yang Mengalami Kerugian Akibat Banjir Mulai Didata

"Untuk mendapatkan data yang benar, kita langsung turunkan tim ke wilayah Bagok karena di sana mayoritas banyak petani tambak, jadi petugas...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
Pihak dinas mulai mendatangi petani tambak di Gampong Perlawanan dan Seuneubok Tungoh, Kecamatan Nurussalam untuk mendatangi kerugian dan kerusakan, Rabu (4/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Timur menurunkan tim survei dan verifikasi untuk mendata kerugian petani tambak akibat banjir pada Rabu (4/2/2026).
  • Wilayah Nurussalam/Bagok mayoritas dihuni petani tambak.
  • Mengkaji langsung kerusakan tambak dan mencatat kerugian bersama para pelaku usaha tambak.
  • Dilakukan cepat di tingkat kabupaten untuk segera diajukan ke Bupati dan pihak Provinsi.
  • Pemerintah provinsi akan melakukan peninjauan ulang terhadap data yang dikirimkan.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Timur Syarifuddin, menurunkan tim survei dan verifikasi pendataan petani tambak yang mengalami kerugian akibat banjir.

Survei itu dilakukan untuk mengkaji dan verifikasi data tambak yang rusak dan kerugian petani, Rabu (4/2/2026). 

Syarifuddin menjelaskan bahwa daerah yang sudah mulai diturunkan survei dj wilayah Nurussalam atau Bagok.

Tim mendatangi para petani dan melihat langsung tambak yang rusak serta pendataan kerugian langsung dengan para pelaku usaha tambak.

"Untuk mendapatkan data yang benar, kita langsung turunkan tim ke wilayah Bagok karena di sana mayoritas banyak petani tambak, jadi petugas jumpa langsung dengan petani tambak untuk pendataan," tuturnya.

Proses pendataan ditahap Kabupaten ini dilakukan segera mungkin untuk pengajuan data ke Bupati dan pihak Provinsi.

Provinsi nantinya akan melakukan tinjauan ulang terhadap data yang diberikan.

"Meskipun provinsi akan menurunkan timnya dalam melakukan peninjauan tetapi kita perlu gerak cepat dalam permasalahan ini, karena banyak petani yidak bisa melanjutkan usahanya setelah bencana ini menjadi problem terhadap mata pencaharian mereka," paparnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini ada sekitar 6.712,9 hektare lahan tambak Aceh Timur yang rusak 5.042,3 hektare rusak berat, 1.873,84 hektare rusak sedang.

Akibat kerusakan itu jumlah kerugian juga mencapai Rp 2,5 miliar.(*)

Baca juga: Prioritaskan Perbaikan Tambak dan Sawah Rusak Akibat Banjir

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved