Salam
Prioritaskan Perbaikan Tambak dan Sawah Rusak Akibat Banjir
Sedikitnya 6.712,9 hektare tambak milik warga dilaporkan rusak akibat terjangan banjir.
HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (2/2/2026) memberitakan, banjir besar yang melanda Aceh Timur pada akhir 2025 lalu meninggalkan dampak serius bagi sektor perikanan. Sedikitnya 6.712,9 hektare tambak milik warga dilaporkan rusak akibat terjangan banjir. Kadis Perikanan dan Kelautan Aceh Timur, Syarifuddin, mengatakan, bencana tersebut tak hanya merusak infrastruktur tambak, tapi juga menghantam perekonomian petani tambak di berbagai kecamatan.
Berdasarkan data dinas, dari total luas tambak yang terdampak, sekitar 5.042,3 hektare masuk kategori rusak berat, sementara 1.873,84 hektare mengalami kerusakan sedang. Dominasi kerusakan berat menunjukkan kuatnya hantaman banjir yang merusak tanggul, pintu air, serta saluran tambak, sehingga sebagian besar lahan tidak dapat langsung digunakan kembali.
Secara finansial, total kerugian sektor perikanan Aceh Timur akibat banjir tersebut ditaksir lebih dari Rp2,5 miliar. Nilai tersebut terdiri atas kerusakan infrastruktur tambak Rp872.421.100 dan kerugian produksi sekitar Rp1.673.434.300. Kerugian produksi meliputi hilangnya ikan dan udang siap panen, serta bibit yang hanyut terbawa banjir. Kondisi ini membuat banyak petani tambak kehilangan seluruh modal usaha.
Ia berharap, proses verifikasi dapat dilakukan secepatnya agar bantuan pemulihan ekonomi bagi petani tambak segera disalurkan. Saat ini, Dinas Perikanan dan Aceh Timur sudah melakukan pendataan awal dan akan menurunkan tim survei ke lapangan untuk melakukan verifikasi. Data tersebut selanjutnya akan diserahkan ke pemerintah provinsi guna ditindaklanjuti. “Pendataan ini bertujuan agar pemerintah dapat memberikan stimulus dan program pemberdayaan untuk meringankan beban petani tambak pascabanjir,” katanya.
Seperti kita ketahui bersama, selain tambak di Aceh Timur dan sejumlah kabupaten/kota lain, banjir bandang yang menerjang sebagian besar wilayah Tanah Rencong pada akhir November 2025 lalu juga meluluhlantakkan puluhan ribu hektare areal sawah. Kondisi ini jelas menyisakan luka mendalam bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan ekonomi keluarganya dari sektor pertanian dan perikanan. Lebih dari itu, banyaknya areal tambak dan sawah yang rusak akibat bencana hidrometeoreologi tersebut jelas menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan secara umum.
Jika masalah ini tak segera ditangani, maka dampaknya akan berantai mulai dari hilangnya pendapatan petani dan petambak, harga berbagai jenis komoditas pertanian dan perikan berpotensi naik, hingga angka kemiskinan makin sulit ditekan. Karena itu, pemerintah--mulai dari pusat hingga kabupaten/kota--harus memprioritaskan perbaikan tambak dan sawah yang rusak akibat banjir. Perbaikan itu tentu saja harus diawali dengan pendataan kerusakan lahan tambak dan sawah yang rusak di semua daerah harus dilakukan secara cepat, akurat, dan transparan agar bantuan tepat sasaran. Selain itu, perbaikan tanggul, saluran irigasi, pemulihan lahan, hingga penyediaan benih dan sarana produksi juga harus direalisasikan dengan cepat.
Alasan lain perlunya perbaikan segera lahan tambak dan sawah yang rusak akibat banjir karena Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Namun, potensi itu akan sulit berkembang bila petani dan petambak dibiarkan berjuang sendiri mengatasi dampak bencana. Jadi, sekali lagi pemerintah harus memprioritaskan perbaikan tambak dan sawah yang rusak akibat banjir. Sebab, memperbaiki lahan pertanian dan perikanan rakyat yang rusak berarti menyelamatkan masa depan pangan dan kesejahteraan Aceh.
Satu hal lagi, pencegahan jangka panjang juga tidak boleh diabaikan. Upaya seperti normalisasi sungai, perbaikan tanggul, dan pengelolaan lingkungan harus dijalankan secara konsisten. Hal ini dimaksudkan agar banjir tak terus terulang karena petani dan petambak akan selalu menjadi korban dari bencana tersebut. (*)
POJOK
Aceh kembali wajibkan barcode untuk beli pertalite dan solar subsidi
Kira-kira pemakai barcode itu sudah tepat sasaran atau nggak ya?
Satpol PP dan WH kembali tertibkan pedagang
Masalah ini sepertinya tak akan pernah tuntas ya?
Inflasi tahunan diprediksi melonjak
Ini berarti harga barang akan naik drastis ya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tambak-31012026.jpg)