Selasa, 21 April 2026

Berita Abdya

Kajati Aceh Launching Desa Binaan Adhyaksa Peduli Stunting di Abdya

Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kajati Aceh, Yudi Triadi SH MH, meluncurkan atau launching Desa Binaan Adhyaksa Peduli Stunting Tahun 2026. 

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Masrian Mizani
STUNTING - Kajati Aceh Yudi Triadi bersama Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli resmi melakukan Launching Adhyaksa Peduli Stunting Tahun 2026, tepatnya di Puskesmas Babahrot, Gampong Pante Cermin, Kabupaten Abdya, Rabu (4/2/2026). 

"Kami di kejaksaan juga memiliki peran Jaksa Pengacara Negara dalam bidang Datun.

Di mana, berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 7 Tahun 2021, tugas dan fungsi kewenangan jaksa di bidang perdata dan tata usaha negara, kejaksaan memiliki fungsi strategis sebagai advokat general yang berperan aktif dalam pengawalan kebijakan publik dan perlindungan kepentingan negara," ujarnya.

Di mana, tambah Yudi, kejaksaan Tinggi Aceh berkomitmen menjalankan peran tersebut melalui pendampingan Hukum (Legal Assistance) bagi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah gampong dalam pelaksanaan program stunting dan penggunaan dana, dan ada juga dana desa yang dialokasikan untuk stunting. 

"Nanti ada teman-teman dari Datun, biar nanti tepat sasaran, teman-teman di Datun berdampingan untuk pengguna dana tersebut. 

Kemudian, kita juga bisa memberikan pendapat hukum (Legal Opinion) terhadap kebijakan anggaran stunting untuk pencegahan penyimpangan," ujarnya.

Baca juga: Angka Pernikahan di Aceh Barat Daya Menurun di Tahun 2025, Ini Penjelasan Kankemenag Abdya 

Dalam kegiatan ini, kata Yudi, Kejati Aceh melibatkan pihak-pihak yang memiliki visi yang sama untuk membangun Aceh melalui para stakeholder dan para donatur program Corporate Social Responsibility (CSR). 

Di antaranya PT Bank Aceh Syariah, PT Bank Syariah Indonesia, PT PLN, PT PTPN IV Regional 6, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pertamina. 

Ia juga mengapresiasi atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam program tersebut, khususnya para tenaga medis, mulai dari dokter, bidan desa, perawat, dan tenaga gizi di Puskesmas. 

"Mereka akan membantu nantinya, tentunya di bawah supervisi Klinik Pratama Adhyaksa Kejati Aceh dengan tagline SIGAP (Siap Intervensi Gizi Anak Profesional)," ungkapnya.

Yudi mengatakan, anak-anak adalah bagian dari masa kini dan masa depan. 

"Sekarang kita merawat mereka, kelak mereka yang akan merawat bangsa. Mari kita bersama wujudkan Aceh bebas stunting, generasi sehat, Indonesia hebat," pungkas Yudi. (*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved