Jumat, 15 Mei 2026

Berita Subulussalam

Budidaya Semangka Tanpa Biji, BUMDes Subulussalam Timur Raih Cuan Puluhan Juta 

Dengan harga Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu per kilogram, maka pendapatannya Rp 60 juta sampai 70 juta.  Jika dikurang dengan modal Rp 35 juta, maka...

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Panen Semangka: Keuchik Subulussalam Timur, Wahda menunjukan semangka hasil panen yang dikembangkan BUMDes setempat, Rabu (4/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BUMDes Sejahtera Kampong Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, sukses mengembangkan budidaya semangka tanpa biji di lahan seluas 1 hektare.
  • Panen perdana menghasilkan sekitar 10 ton semangka, dengan harga jual Rp 6.000–Rp 7.000/kg, sehingga pendapatan mencapai Rp 60–70 juta.
  • Dengan modal Rp 35 juta dari program ketahanan pangan dana desa 2025, keuntungan yang diraih sekitar 50 persen.

Laporan Wartawan Serambi Dede Rosadi I Subulussalam 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Kampong Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, kembangkan budidaya semangka tanpa biji. 

Dari budidaya ditanah seluas kira-kira 1 hektare itu berhasil meraih cuan puluhan juta rupiah untuk panen perdana. 

Modal tanam semangka Rp 35 juta melalui program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Sejahtera. 

Pada panen perdana mendapat sekitar 10 ton.

Dengan harga Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu per kilogram, maka pendapatannya Rp 60 juta sampai 70 juta. 

Jika dikurang dengan modal Rp 35 juta, maka keuntungannya mencapai 50 persen. 

"Program ini didukung oleh anggaran dana desa tahun 2025 dan bertujuan untuk mendorong kemandirian pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Kepala Kampong Subulussalam Timur, Wahda, SE, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Selama Ini Dibuang, Ternuata Biji Semangka Bermanfaat untuk Kesehatan

Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat desa.

Wahda meminta Pemerintah Kota Subulussalam memberikan dukungan kepada petani lokal di kampungnya.

Agar terjadi sinergi, sehingga petani fokus pada bercocok tanam.

Pada akhirnya, ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Sementara itu langkah yang dilakukan Kampong Subulussalam Timur, dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi Kampong lain dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.(*)


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved