Banda Aceh
UIN Ar-Raniry Segera Miliki Chinese Corner dan Galeri Tiongkok
Langkah ini sebagai bagian membuka ruang kolaborasi internasional demi mempersiapkan diri UIN Ar-Raniry menjadi World Class Islamic...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- UIN Ar-Raniry dan Konjen RRT Medan jalin kerja sama pendidikan dan kebudayaan.
- Persetujuan pendirian Chinese Corner dan Confucius Institute, plus beasiswa ke Tiongkok.
- Kolaborasi ini tingkatkan reputasi akademik global UIN Ar-Raniry.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Delegasi UIN Ar-Raniry menghadiri undangan resmi Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (Konjen RRT) di Medan, Sumatera Utara, selama tiga hari hingga Jumat (6/2/2026).
Langkah ini sebagai bagian membuka ruang kolaborasi internasional demi mempersiapkan diri UIN Ar-Raniry menjadi World Class Islamic University dan penguatan SDM sivitas akademikanya.
Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Banda Aceh, sekaligus momentum mempererat hubungan pendidikan dan kebudayaan antara kedua belah pihak.
Delegasi UIN Ar-Raniry yang dipimpin Kepala UPT Pusat Layanan Internasional, Prof Dr phil Saiful Akmal MA bersama dosen pakar Etnis Cina perantauan di Aceh, Dr A Rani MSi disambut jajaran Konjen RRT, Huang He dan Sekretaris Konjen, Jiang Jiawen di Konsulat Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/2/2026).
Kepala UPT Pusat Layanan Internasional itu menyampaikan, Konjen RRT mengapresiasi keseriusan dan memuji upaya internasionalisasi UIN Ar-Raniry dalam konteks penguatan akselerasi reputasi akademik global.
Dalam suasana dialog yang terbuka dan konstruktif, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari penguatan pembelajaran Bahasa Mandarin hingga pengembangan mobilitas dosen, staf, dan mahasiswa antara Indonesia dan Tiongkok untuk belajar mitigasi bencana
Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah persetujuan pendirian Chinese Corner UIN Ar-Raniry, yang akan didukung pendanaan awal serta penyediaan buku-buku bilingual Bahasa Mandarin Tingkat 1-6. “Selain itu, Pemerintah RRT juga akan memulai proses fasilitasi tutor Bahasa Mandarin pada Mei 2026,” jelas Prof Saiful.
Tidak hanya itu, peluang pendirian Confucius Institute dengan fokus pendidikan serta rencana sosialisasi daring beasiswa ke Tiongkok sebelum November 2026, turut menjadi bagian dari pembahasan bersama.
Melalui kerja sama ini, UIN Ar-Raniry berharap dapat menghadirkan suasana akademik yang semakin terbuka, inklusif, dan berdaya saing global.
“Kehadiran program-program internasional tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya kompetensi bahasa dan budaya, tetapi juga membuka jalan bagi mahasiswa dan dosen untuk menjangkau peluang akademik internasional yang lebih luas di masa depan,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Saiful-Akmal-saat-pertemuan-dengan-Konjen-RRT-Huang-He.jpg)