Minggu, 10 Mei 2026

Berita Pidie

Prosesi Peusijuek Digelar di Jembatan Gantung, Bupati Pidie dan Forkopimda Hadir

Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, melakukan peresmian, sebagai tanda jembatan gantung itu telah bisa dilintasi.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
JEMBATAN GANTUNG : Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, bersama Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana dan Dandim 0102 Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, menaiki jembatan gantung di Gampong Baro Yaman - Mesjid Tiba, Sabtu (7/2/2026). Jembatan itu kini selesai dikerjakan. 
Ringkasan Berita:Prosesi peusijuek digelar di Jembatan Gantung Gampong Baro Yaman–Mesjid Tiba, Pidie, sebagai ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan sarana penyeberangan.
 
Bupati Pidie Sarjani Abdullah bersama Forkopimda meresmikan jembatan yang dinilai penting untuk konektivitas, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan ibadah warga.
 
Bupati mengimbau masyarakat menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Jembatan gantung di Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara mengubungkan dengan Mesjid Tiba, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Sabtu (7/2/2026), dipeusijuek atau ditepung tawari. 

Prosesi peusijuek sebagai upaya melestqrikan adat lokal Aceh, dilakukan seorang tgk, sebagai bentuk rasa syukur terhadap rampungnya pembangunan sarana penyebrangan tersebut. 

Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, melakukan peresmian, sebagai tanda jembatan gantung itu telah bisa dilintasi. 

Turut hadir, Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana SIK, Dandim 0102 Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, Plh Sekda Pidie, 
DR Nadhar Putra MSi, Plh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Pidie Muntahar, ST MAP dan sejumlah camat hingga keuchik. 

Baca juga: Pemkab Pidie Bersama Bank Aceh Syariah dan BI Luncurkan QRIS Dinamis

"Kita apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bekerja keras, mulai dari tahap perencanaan hingga selesainya pembangunan jembatan gantung," kata Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, Sabtu (7/2/2026). 

Ia menjelaskan, keberadaan jembatan itu tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, melainkan sebagai simbol konektivitas, sekaligus persaudaraan antar masyarakat di dua kecamatan.

“Sarana penyebrangan itu menjadi penghubung bagi aktivitas masyarakat, baik bagi petani dalam mengangkut hasil bumi. Juga anak-anak pergi ke sekolah, maupun warga yang ingin beribadah dan bersilaturahmi,” ujarnya. 

Meningkatkan akses ekonomi masyarakat

Untuk itu, Kata Bupati, dengan selesainya pembangunan jembatan itu, tentunya dapat meningkatkan akses ekonomi masyarakat.

Juga bisa mempermudah jangkauan terhadap layanan kesehatan dan pendidikan hingga membangun ukhwah islamiyah antar warga. 

Baca juga: Warga Glumpang Tiga, Pidie Raih Hadiah Utama Honda Beat Saat Penarikan Undian Pemutihan PBB-P2

Makanya, kata Bupati Pidie, masyarakat diimbau harus mampu menjaga, sekaligus merawat jembatan yang telah dibangun.

“Anggaplah jembatan ini sebagai milik kita bersama. Jagalah kebersihannya, perhatikan batas beban muatan dan segera laporkan jika terdapat kerusakan, agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” jelasnya. 

Bupati Pidie bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda meninjau, sekaligus mencoba dengan melintasi di atas papan sebagai lantai Jembatan Gantung Gampang Baro Yaman–Mesjid Tiba. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved