Berita Nagan Raya
Nagan Raya Butuh Rp1,1 T Untuk Bangun Kembali Daerah Bencana
“Kita berharap usulan itu diakomodir sehingga proses rehab dan rekon ke depan di Nagan Raya bisa berjalan lancar.” TR Keumangan, Bupati Nagan Raya
Ringkasan Berita:
- Pemkab Nagan Raya membutuhkan anggaran Rp 1,1 triliun untuk membangun kembali daerah terdampak banjir bandang di daerah tersebut.
- Biaya itu keluar berdasarkan hasil perhitungan pemkab atas kebutuhan anggaran yang diperlukan dalam masa rehab rekon beberapa daerah yang dihantam banjir.
- Dari empat kecamatan tersebut, Beutong Ateuh menjadi daerah terdampak parah dimana dua desa di wilayah itu hilang yaitu Kuta Tengoh dan Babah Suak.
“Kita berharap usulan itu diakomodir sehingga proses rehab dan rekon ke depan di Nagan Raya bisa berjalan lancar.” TR Keumangan, Bupati Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya membutuhkan anggaran Rp 1,1 triliun untuk membangun kembali daerah terdampak banjir bandang di daerah tersebut.
Musibah yang melanda pada 26 November lalu tidak hanya menghancurkan rumah masyarakat, tapi banyak juga fasilitas publik yang butuh pembangunan kembali.
Demikian disampaikan Bupati Nagan Raya, Dr TR Keumangan menjawab wartawan di sela penyerahan SK kepada 2.150 PPPK Paruh Waktu di halaman kantor bupati pada Jumat (6/2/2026).
Bupati menyebut, biaya itu keluar berdasarkan hasil perhitungan pemkab atas kebutuhan anggaran yang diperlukan dalam masa rehab rekon beberapa daerah yang dihantam banjir.
Ada empat kecamatan yang dilanda banjir bandang. Yaitu Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, Tripa Makmur, dan Tadu Raya. Dari empat kecamatan tersebut, Beutong Ateuh menjadi daerah terdampak parah dimana dua desa di wilayah itu hilang yaitu Kuta Tengoh dan Babah Suak.
Besaran anggaran itu, kata bupati, sudah disampaikan ke pemerintah pusat. "Kita berharap usulan itu diakomodir sehingga proses rehab dan rekon ke depan di Nagan Raya bisa berjalan lancar," ujar TRK sapaan bupati.
Bupati TRK juga mengungkapkan, bahwa kebutuhan jembatan darurat atau jembatan bailey untuk kawasan Gunong Kong sebagai akses warga masih dalam pembahasan pemkab dengan pihak BNPB.
"Ini sedang dicarikan solusi dengan harapan warga tidak terisolir. Sebab kalau bailey itu hanya 50 meter bisa dibangun, sementara sungai mencapai 100 meter lebih," ujar TRK.
Menurut Bupati TRK, ada sekitar 100 KK penduduk di kawasan itu yang kini terpaksa menggunakan rakit penyeberangan sebagai akses transportasi karena jembatan rangka baja putus.
"Harapan kita jembatan permanen agar dibangun kembali di lokasi itu. Kita sudah sampaikan ke BNPB," jelasnya.(riz)
BNPB Pacu Huntara
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nagan Raya TR Keumangan atau akrab disapa TRK juga menyampaikan bahwa pihak BNPB saat ini sedang memacu pengerjaan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Bupati berharap masyarakat penyintas bisa secepatnya menempati huntara tersebut. "Target kita sebelum Ramadhan bisa rampung. Kita berharap semua sudah dihuntara saat Ramadhan," harap TRK.
Selain pembangunan huntara, Pemkab Nagan Raya juga telah mengusulkan rumah permanen atau hunian tetap (huntap) ke pusat bagi korban banjir bandang di Nagan Raya.(riz)
Berita Nagan Raya
Nagan Raya Butuh Rp1 Untuk Bangun Kembali Daerah B
Banjir Landa Aceh
Korban Banjir dan Longsor di Aceh
Bupati Nagan TRK
Bupati TRK Nagan Raya
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Polres Nagan Reka Ulang Kasus Pembunuhan di Kebun Sawit, Peragakan 18 Adegan |
|
|---|
| Warga Nagan Meninggal Disambar Petir |
|
|---|
| Harga Sawit Melambung, Di Nagan Raya Tembus Rp 3.010 per Kg |
|
|---|
| Polres Nagan Raya Gencarkan Sosialisasi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan |
|
|---|
| Kapolres Nagan Raya Gelar ‘Saweu Sikula’ di SMAN 1 Seunagan, Ajak Siswa Disiplin dan Jauhi Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/TRK-06022026.jpg)