Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Bantuan Sosial

Buruh Harian Lepas Warga Lhok Mambang Terima Rumah Layak Huni

Seorang buruh harian lepas, Khaidir (43), warga Desa Lhok Mambang, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, menerima bantuan rumah layak huni yang

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
BANTUAN RUMAH - Khaidir, buruh harian lepas warga Desa Lhok Mambang, Kecamatan Gandapura, Bireuen, menerima rumah bantuan layak huni, Minggu (8/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Khaidir sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah toko aluminium di Krueng Mane, Aceh Utara. Ia hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama istrinya, Riza Safitri (37), seorang ibu rumah tangga, serta dua anak mereka, Sultan Alfaris (7) dan Mia Aurelia (4).
  • Sebelum menerima bantuan rumah, keluarga ini terpaksa tinggal menumpang di rumah orang tua bersama dua kepala keluarga lainnya.

 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Seorang buruh harian lepas, Khaidir (43), warga Desa Lhok Mambang, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, menerima bantuan rumah layak huni yang bersumber dari Dana Desa Lhok Mambang, Minggu (8/2/2026).

Penyerahan kunci rumah bantuan gampong tersebut dilakukan oleh Camat Gandapura, Azmi, SAg, didampingi perangkat desa, masyarakat setempat, serta keluarga penerima.

Khaidir sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah toko aluminium di Krueng Mane, Aceh Utara. Ia hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama istrinya, Riza Safitri (37), seorang ibu rumah tangga, serta dua anak mereka, Sultan Alfaris (7) dan Mia Aurelia (4).

Sebelum menerima bantuan rumah, keluarga ini terpaksa tinggal menumpang di rumah orang tua bersama dua kepala keluarga lainnya.

Baca juga: Bilal Masjid Baitussalam Cot Tufah Gandapura Terima Rumah Layak Huni

Keuchik Gampong Lhok Mambang, M Kansil (35), menjelaskan rumah layak huni yang dibangun berukuran 5 x 7 meter dan dibiayai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sekitar Rp70 juta.

Menurutnya, pembangunan rumah tersebut merupakan implementasi Peraturan Bupati yang mewajibkan setiap gampong mengalokasikan Dana Desa untuk pembangunan minimal satu unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu.

“Pada tahun 2025, Dana Desa Gampong Lhok Mambang hanya mampu membangun satu unit rumah karena juga dialokasikan untuk sektor penting lainnya, seperti kesehatan, sosial budaya, dan infrastruktur persawahan,” ujar Keuchik.

Ia menambahkan, Dana Desa juga digunakan untuk pembangunan tiga unit sumur bor beserta perangkat pendukungnya guna mendukung ketahanan pangan bidang pertanian.

Program tersebut dikelola oleh Bumdesa Aneuk Gampong sebagai Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Lhok Mambang, yang mengelola 20 persen Dana Desa Tahun 2025.

Penetapan Khaidir sebagai penerima rumah layak huni, lanjut Keuchik, merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan mencerminkan keadilan sosial di tengah gampong.

Dalam kesempatan itu, Keuchik juga melaporkan dampak banjir yang melanda wilayah Lhok Mambang dua bulan lalu.

Banjir tersebut menyebabkan kerusakan pada dua unit rumah warga, pematang tambak seluas 56 hektare baik milik gampong maupun warga yang rusak dan berlumpur, serta saluran pengatur air sawah sepanjang 276 meter yang mengalami kerusakan.

Selain itu, tanggul Krueng Leubu juga dilaporkan jebol dan membutuhkan penanganan segera untuk mencegah luapan air ke permukiman saat hujan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved