Selasa, 21 April 2026

Penambang Rakyat Demo

Anggota DPRK Nagan Raya Temui Pendemo, Massa Tolak Penutupan Tambang Emas

Sejumlah anggota DPRK Nagan Raya menemui ratusan warga yang menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRK Nagan Raya, Senin (9/2/2026).

Penulis: Rizwan | Editor: Ansari Hasyim
Anadolu Agency
UNJUK RASA - Warga berunjuk rasa di Gedung DPRK Nagan Raya menolak penertiban tambang emas, Senin (9/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Aksi tersebut dilakukan oleh para penambang rakyat yang menolak penutupan aktivitas tambang emas di daerah itu.
  • Sekitar 500 orang massa awalnya berorasi di luar pagar Gedung DPRK Nagan Raya.
  • Menjelang waktu Zuhur, massa kemudian diizinkan masuk ke dalam gedung dewan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Sejumlah anggota DPRK Nagan Raya menemui ratusan warga yang menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRK Nagan Raya, Senin (9/2/2026).

Aksi tersebut dilakukan oleh para penambang rakyat yang menolak penutupan aktivitas tambang emas di daerah itu.

Sekitar 500 orang massa awalnya berorasi di luar pagar Gedung DPRK Nagan Raya.

Menjelang waktu Zuhur, massa kemudian diizinkan masuk ke dalam gedung dewan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Semula, massa dijadwalkan akan ditemui Ketua DPRK beserta dua wakil ketua.

Baca juga: Tim Gabungan Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Nagan Raya

Namun karena ketiganya sedang dinas luar daerah, pertemuan diwakili oleh Ketua Komisi II DPRK Nagan Raya, Zulkarnain.

Usai menyampaikan orasi, sejumlah perwakilan massa dipersilakan masuk ke ruang Komisi II untuk berdialog dan menyampaikan tuntutan.

Dalam pertemuan tersebut, Zulkarnain turut didampingi beberapa anggota DPRK lainnya, di antaranya Iradani.

Hingga pukul 16.00 WIB, dialog antara anggota DPRK dan perwakilan massa masih berlangsung.

Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Nagan Raya yang dipimpin Kapolres AKBP Benny Bathara.

juga melibatkan unsur TNI, Satpol PP, serta Brimob.

Selama aksi, massa meneriakkan yel-yel dan menyampaikan aspirasi menggunakan pengeras suara yang dipasang di atas sebuah mobil truk trado.

Koordinator aksi, Yus Salem Arahman yang akrab disapa Bos Bandet, mengatakan warga berharap pemerintah tidak menutup kegiatan penambangan emas rakyat.

“Warga saat ini sangat bergantung pada pekerjaan tersebut. Apalagi menjelang meugang, masyarakat membutuhkan pekerjaan dan penghasilan,” ujarnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved