Rabu, 13 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Kerusakan Sektor Kelautan dan Perikanandi Aceh Utara Cukup Masif, Begini Datanya

Banjir besar akhir 2025 di Aceh Utara memukul keras sektor kelautan dan perikanan. Di mana banyak tambak dan usaha perikanan warga rusak.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
TAMBAK TERDAMPAK BANJIR - Tambak di kawasan Desa Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara berubah menjadi kuala baru setelah bencana banjir pada akhir 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir besar akhir 2025 di Aceh Utara memukul keras sektor kelautan dan perikanan.
  • Sebanyak 2.565 nelayan terdampak, dengan kerusakan pada armada tangkap, tambak seluas 10.660 hektare, fasilitas pendukung, hingga pasar ikan dan rumah garam.
  • DKP Aceh Utara menjadikan data ini sebagai dasar pengajuan bantuan ke pemerintah pusat, karena nelayan sulit bangkit tanpa rehabilitasi tambak dan fasilitas.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara

 SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kelautan dan perikanan menjadi sektor yang dampak serius saat banjir bandang besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025 lalu.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com dari data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Utara mencatat, ribuan nelayan terdampak serta kerusakan luas pada perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga kawasan pegaraman (pugar).

Berdasarkan data kerusakan pascabencana, sektor perikanan tangkap menjadi salah satu yang paling terdampak. 

Sebanyak 2.565 nelayan tercatat terdampak langsung, bahkan satu orang nelayan dilaporkan meninggal dunia.

Selain itu, fasilitas pendukung juga mengalami kerusakan.

Di antaranya 1 unit Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI/PPN), 1 unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta 2 unit Cold Storage Processing Plant (CPP).

Baca juga: Dampak Banjir Bandang, Nagan Raya Butuh Rp1,1 Triliun untuk Bangun Kembali

Kerusakan juga menimpa sarana produksi nelayan. 

Tercatat 435 unit armada tangkap dan 901 set alat tangkap mengalami kerusakan.

Tak hanya itu, 5 unit balai nelayan serta 40 titik muara baru atau kuala turut terdampak akibat perubahan morfologi wilayah pesisir pascabencana.

Pada sektor perikanan budidaya, dampaknya bahkan lebih luas. 

Total tambak terdampak mencapai 10.660,78 hektare.

Dari jumlah tersebut, 6,24 hektare mengalami kerusakan berat sekali, 369,78 hektare rusak berat, 3.650,12 hektare rusak sedang, dan 6.634,64 hektare rusak ringan. 

Baca juga: 6,7 Ribu Hektare Tambak di Aceh Timur Rusak Akibat Banjir, Kerugian Capai 2,5 Miliar

Selain itu, 266 kilometer saluran tambak mengalami sedimentasi dan kerusakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved