Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Timur

Mahasiswa Unsam Langsa Dampingi Gampong Leles Aceh Timur, Inovasi Pertanian dan Wisata

Salah satu terobosan utama dalam program ini adalah pengenalan sistem hidroponik sebagai solusi adaptif bagi lahan yang terdampak banjir.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
FOTO BERSAMA - Foto bersama mahasiswa UNSAM bantu pembersihan Gampong Leles dan dampingi masyarakat melakukan inovasi pertanian, Selasa (10/2/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • 50 mahasiswa lintas program studi untuk mendampingi warga memulihkan sektor pertanian dan pariwisata selama 20 hari ke depan.
  • Salah satu terobosan utama dalam program ini adalah pengenalan sistem hidroponik sebagai solusi adaptif bagi lahan yang terdampak banjir.
  • Menentukan lokasi pertanian yang bebas risiko banjir, memetakan infrastruktur wisata yang rusak untuk segera diperbaiki.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Semangat pemulihan menyelimuti Gampong Leles, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur pascabanjir yang sempat melumpuhkan sektor ekonomi warga. 

Melalui program Mahasiswa Berdampak dari Kemdiktisaintek RI, Universitas Samudra (Unsam) menerjunkan 50 mahasiswa lintas program studi untuk mendampingi warga memulihkan sektor pertanian dan pariwisata selama 20 hari ke depan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Geospatial for Humanity Club (UKM-GHC) ini mengombinasikan sentuhan teknologi pemetaan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif.

Salah satu terobosan utama dalam program ini adalah pengenalan sistem hidroponik sebagai solusi adaptif bagi lahan yang terdampak banjir. 

Narasumber ahli, Danar Hadisugelar, S.P., M.Si., menekankan bahwa metode ini adalah jawaban bagi petani yang tanahnya masih rusak akibat sedimen banjir.

Baca juga: VIDEO - Ratusan Rumah Korban Banjir di Bireuen Masih Berlumpur

"Hidroponik tidak bergantung pada kondisi tanah. Ini adalah solusi cepat agar masyarakat kembali berproduksi, memenuhi pangan mandiri, sekaligus menciptakan peluang pendapatan baru," ujar Danar di hadapan kelompok tani setempat.

Selain pertanian, tim pakar UNSAM juga menggunakan pendekatan sains dalam menata kembali desa. 

Zaidan Zikri Malem, M.Sc., selaku narasumber geospasial, memimpin pemetaan wilayah administrasi dan area terdampak.

Menentukan lokasi pertanian yang bebas risiko banjir, memetakan infrastruktur wisata yang rusak untuk segera diperbaiki.

Mengidentifikasi titik-titik wisata potensial yang sebelumnya belum terjamah.

Ketua Tim Program, Dr. Zukya Rona Islami, M.Pd., menyatakan bahwa Gampong Leles menjadi "ruang kelas terbuka" bagi mahasiswa. 

Bersama dosen pendamping lainnya, ia berharap mahasiswa tidak hanya memberi solusi, tetapi juga menyerap kearifan lokal warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved