Minggu, 10 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Mei, BPS Aceh Soroti Pentingnya Data Berkualitas

Dikatakan, BPS Aceh juga menyosialisasikan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan dilaksanakan pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Indra Wijaya
BERI SAMBUTAN - Kepala BPS Aceh, Agus Andria menyampaikan sambutan pada acara workshop bersama wartawan di Kantor BPS Aceh, Selasa (10/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • BPS Aceh menegaskan data statistik berkualitas penting sebagai dasar kebijakan publik agar tepat sasaran. Media dinilai berperan strategis menyampaikan data kepada masyarakat.
  • BPS Aceh menyosialisasikan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar 1 Mei–31 Juli 2026 untuk memotret dunia usaha, UMKM, ekonomi digital, dan lingkungan.
  • Aceh masih masuk 10 besar nasional produksi padi. Meski awal 2026 diperkirakan turun akibat bencana, target produksi tetap dijaga.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menegaskan pentingnya peran data yang berkualitas dalam mendukung pengambilan kebijakan publik yang tepat sasaran. 

Penegasan ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, saat membuka Workshop Statistik Pertanian yang dihadiri insan pers dan para pemangku kepentingan di Aceh, Selasa (10/2/2026).

Ia mengatakan, Workshop tersebut bertujuan memperkuat pemahaman serta pemanfaatan data statistik, khususnya di sektor pertanian.

Ia juga mengapresiasi insan pers Aceh yang dinilainya konsisten menghadirkan jurnalisme data secara profesional, etis, dan akurat. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi data di kalangan pemerintah maupun masyarakat.

“Keputusan publik yang tepat harus berbasis data dan fakta. Di sinilah peran media menjadi sangat penting dalam menjembatani data dengan masyarakat,” katanya.

Dikatakan, BPS Aceh juga menyosialisasikan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan dilaksanakan pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

SE 2026 bertujuan menyediakan gambaran menyeluruh kondisi perekonomian wilayah, mengidentifikasi persoalan riil dunia usaha dan daya saingnya, serta memotret fenomena ekonomi baru seperti ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.

Baca juga: BPS Aceh Tekankan Pentingnya Data Berkualitas, Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026

Selain itu, sensus ini juga akan mengukur kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap perekonomian nasional. Untuk mendekatkan SE 2026 kepada masyarakat, BPS memperkenalkan maskot “Bung Itung”, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik.

“Data hasil SE 2026 nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan peneliti, hingga masyarakat luas,” tutupnya.

Workshop ini turut menghadirkan pemaparan data pertanian dari Statistisi Ahli Madya BPS Aceh, Hendra Gunawan, S.ST., M.Si, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Safrizal, S.P., M.PA, serta akademisi Fakultas Pertanian USK Dr. T. Saiful Bahri, S.P., M.P.

Statistisi Ahli Madya BPS Aceh, Hendra Gunawan menjelaskan, penghitungan luas panen dan produksi padi dilakukan secara terintegrasi melalui Survei Kerangka Sampel Area (KSA) berbasis spasial dan Survei Ubinan. Di Aceh, pengamatan dilakukan pada lebih dari 10.000 subsegmen, dengan pemantauan fase tumbuh padi setiap akhir bulan oleh petugas lapangan.

Secara umum, puncak panen padi di Aceh terjadi pada Maret–April dan September–Oktober. Pada 2025, puncak panen tercatat pada Maret dan September. Sementara periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mengalami penurunan luas panen akibat bencana yang terjadi pada November sebelumnya.

Meski demikian, Aceh tetap berada di peringkat 10 nasional sebagai daerah dengan produksi padi terbesar dan masih berperan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved