Berita Banda Aceh
2025, Produksi Padi di Aceh Mengalami Penurunan
Penurunan luas panen tersebut turut berdampak pada produksi padi. Sepanjang 2025, produksi padi di Aceh tercatat sebesar 1,62 juta ton
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat produksi sektor pertanian di Aceh, khususnya komoditas padi, mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025.
- Penurunan tersebut terjadi pada luas panen, produksi padi, hingga produksi beras.
- Statistisi Ahli Madya BPS Aceh, Hendra Gunawan, S.ST., M.Si, menyebutkan, pada 2025 luas panen padi di Aceh tercatat mencapai 283,18 ribu hektare.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat produksi sektor pertanian di Aceh, khususnya komoditas padi, mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025.
Penurunan tersebut terjadi pada luas panen, produksi padi, hingga produksi beras.
Statistisi Ahli Madya BPS Aceh, Hendra Gunawan, S.ST., M.Si, menyebutkan, pada 2025 luas panen padi di Aceh tercatat mencapai 283,18 ribu hektare.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 18,01 ribu hektare atau sekitar 5,98 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 301,20 ribu hektare.
Penurunan luas panen tersebut turut berdampak pada produksi padi. Sepanjang 2025, produksi padi di Aceh tercatat sebesar 1,62 juta ton gabah kering giling (GKG), menurun sekitar 44,77 ribu ton dibandingkan produksi tahun 2024.
"Produksi beras juga mengalami tren penurunan. Pada 2025, produksi beras Aceh tercatat sebesar 0,93 juta ton, berkurang sekitar 26,79 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,96 juta ton,” katanya, saat workshop di Kantor BPS Aceh, Selasa (10/2/2026).
BPS mengungkapkan, penurunan produksi padi di sejumlah wilayah Aceh dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain alih fungsi lahan pertanian, perubahan iklim, serangan hama, serta dampak bencana hidrometeorologi.
Beberapa daerah yang mengalami penurunan produksi padi cukup signifikan antara lain Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Besar.
Namun demikian, BPS juga mencatat adanya peningkatan produksi padi di sejumlah kabupaten, seperti Pidie, Aceh Barat Daya, dan Aceh Barat.
Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), realisasi luas panen padi di Aceh sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 283,18 ribu hektare, atau turun 5,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Safrizal, menjelaskan. akibat bencana banjir dan tanah longsor, lahan padi yang mengalami gagal panen hingga November 2025 mencapai 27.161 hektare.
Hal ini merupakan dampak dari banjir dan kekeringan.
Selain itu, jumlah luas baku sawah di Provinsi Aceh dalam lima tahun terakhir juga mengalami penurunan.
Dimana untuk tahun 2019, jumlah luas baku sawah seluas 213.996 ha. Jumlah tersebut mengalami penurunan di tahun 2024 yang hanya tinggal 202.811 ha.
| Perluas Kolaborasi, USM Kerja Sama dengan Perusahaan Kelapa Sawit |
|
|---|
| MaTA Sindir Kasus Korupsi Beasiswa Aceh, Alfian: Sudah 5 Kali Ganti Kapolda tak Kunjung Tuntas |
|
|---|
| Perkuat Barisan Pemasyarakatan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Lantik 33 Pejabat Manajerial Baru |
|
|---|
| Ini Rekomendasi Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh, Pungutan Khusus ke Perusahaan Rusak Lingkungan |
|
|---|
| Komunitas Ruang Lingkup Soroti Tekanan Ekonomi di Balik Fenomena Anak Mengemis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/beri-penjelasan-10102.jpg)