Selasa, 12 Mei 2026

Berita Abdya

Perkuat Akses ke PTN dan Sekolah Kedinasan, Siswa SMAN 1 Abdya Ikuti Bimbel UTBK Intensif

SMAN 1 Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel) Intensif UTBK-SNBT dan Sekolah Kedinasan bagi seluruh siswa kelas XII.

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
BIMBEL - Siswa kelas XII SMAN 1 Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) Intensif UTBK-SNBT dan Sekolah Kedinasan, Selasa (10/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • SMAN 1 Abdya menggelar Bimbel Intensif UTBK-SNBT dan Sekolah Kedinasan bagi 235 siswa kelas XII pada 9-14 Februari 2026.
  • Program bekerja sama dengan Bimbel “Pak Manaf” Banda Aceh, fokus pendalaman konsep, latihan soal terukur, try out, simulasi ujian komputer, serta strategi dan manajemen waktu.
  • Kepala sekolah Herni Arfida menegaskan program untuk meningkatkan kesiapan akademik dan mental siswa, sementara Kacabdin Irma Suryani mengapresiasi dan mendorong program direplikasi sekolah lain.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - SMAN 1 Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel) Intensif UTBK-SNBT dan Sekolah Kedinasan bagi seluruh siswa kelas XII.

Bimbel ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu dan pemerataan akses pendidikan tinggi.

Kegiatan bertema “Menggapai PTN Impian melalui Bimbingan Belajar” ini berlangsung 9-14 Februari 2026, di lingkungan SMAN 1 Abdya.

Kegiatan itu diikuti 235 siswa kelas XII dari seluruh jurusan. 

Program ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Lembaga Bimbingan Belajar “Pak Manaf” Banda Aceh—fokus pada pembelajaran intensif dan pelaksanaan try out terukur.

Kepala SMAN 1 Abdya, Herni Arfida, mengatakan, program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah, dalam menerjemahkan kebijakan peningkatan mutu pendidikan ke dalam langkah konkret dan berdampak langsung bagi peserta didik.

Baca juga: Tok! Mayoritas Anggota DPRK Aceh Singkil Sepakat Interpelasi Bupati Safriadi 

"Sekolah tidak boleh berhenti pada pembelajaran reguler.

Kami harus memastikan siswa memiliki kesiapan akademik, strategi dan mental yang memadai, untuk bersaing masuk perguruan tinggi negeri dan sekolah kedinasan, yang seleksinya semakin kompetitif,” ujar Herni.

Menurutnya, bimbingan belajar ini dirancang untuk menjawab tantangan seleksi UTBK-SNBT dan kedinasan, yang berbasis penalaran tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), literasi, numerasi, serta kemampuan analisis karakter soal, yang menuntut kesiapan di luar pola belajar konvensional.

Herni menyebutkan, program bimbingan belajar difokuskan pada pendalaman konsep, pembiasaan latihan soal berbasis waktu, simulasi ujian berbasis komputer, serta penguatan strategi pengerjaan soal dan manajemen waktu. 

Selain itu, tambahnya, dilakukan pemetaan kemampuan siswa dan evaluasi berkala guna memastikan setiap peserta memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya. 

“Banyak siswa sebenarnya memiliki potensi, tetapi gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena kurang latihan terarah dan strategi. Di sinilah peran sekolah untuk hadir dan menjembatani,” jelas Herni.

Baca juga: Alhamdulillah! 5 Juta Keluarga Dapat Beras 10 Kg dan Minyak 2 Liter Selama Ramadan

Ia berharap, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kelulusan ke perguruan tinggi bergengsi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang disiplin, percaya diri dan siap bersaing secara sehat.

Sementara itu, Plt Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh Wilayah Abdya, Irma Suryani, mengapresiasi langkah SMAN 1 Abdya, yang dinilainya sejalan dengan arah kebijakan peningkatan kualitas pendidikan menengah di Aceh. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved