Rabu, 13 Mei 2026

Alhamdulillah! 5 Juta Keluarga Dapat Beras 10 Kg dan Minyak 2 Liter Selama Ramadan

Sasaran bantuan ini adalah keluarga dari kelompok masyarakat rentan, terutama yang berada di desil 1 hingga desil 4.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Aulia Prasetya
BERAS - Stok beras program SPHP tersimpan di Gudang Bulog Sabang, Aceh. Ratusan ton beras disiapkan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan hingga Idulfitri 2026, dengan penyaluran dilakukan melalui toko-toko resmi di Kota Sabang. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menyiapkan bantuan sosial (bansos) pangan bagi sekitar 5 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama bulan Ramadan 2026.
  • Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan selama dua bulan, sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi nasional dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa bantuan pangan ini difokuskan untuk memperkuat konsumsi rumah tangga kelompok bawah.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan bantuan sosial (bansos) pangan bagi sekitar 5 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama bulan Ramadan 2026. 

Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan selama dua bulan, sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi nasional dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa bantuan pangan ini difokuskan untuk memperkuat konsumsi rumah tangga kelompok bawah.

“Untuk memperluas daya beli dan memperkuat sisi permintaan, pemerintah menyalurkan bantuan pangan, yaitu 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Sasaran bantuan ini adalah keluarga dari kelompok masyarakat rentan, terutama yang berada di desil 1 hingga desil 4.

“Target penerimanya sekitar 5 juta keluarga penerima manfaat,” tambah Airlangga dikutip dari Kompas.tv.

Baca juga: Februari 2026, PKH dan BPNT Cair: Cek Besaran dan Status Bansos Sekarang!

Sementara itu, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan penyaluran bansos dilakukan melalui Kementerian Sosial dan difokuskan pada keluarga paling miskin berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Penerima bansos bersifat dinamis dan dapat berubah setiap periode, sehingga warga yang sebelumnya belum menerima bantuan masih berkesempatan masuk daftar penerima jika memenuhi kriteria.

“Penerima manfaat bersifat dinamis. Bisa jadi di triwulan pertama mendapatkan bantuan, tetapi di triwulan berikutnya tidak. Atau sebaliknya, ada yang belum pernah menerima, sekarang bisa menerima bansos,” jelas Saifullah.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui mekanisme resmi, mulai dari pembukaan rekening hingga distribusi, dengan melibatkan PT Pos Indonesia untuk memastikan bantuan tepat sasaran. 

Untuk menekan potensi polemik terkait data penerima, Kemensos membuka jalur usul-sanggah melalui RT/RW, pemerintah daerah, call center, WA center, dan aplikasi Cek Bansos, yang kemudian diverifikasi oleh BPS.

Saifullah menegaskan bahwa fokus utama bantuan diarahkan ke desil 1–2. 

Jika alokasi anggaran masih tersedia, bantuan bisa diperluas ke desil 3–4.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat jelang Ramadan dan Lebaran, sekaligus memperkuat konsumsi rumah tangga di kelompok bawah.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved