Pemulihan Aceh
Sebelum Turun Lapangan, Mahasiswa STIK Ikut Orientasi Penanganan Bencana
Sebanyak 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 Yon WPS diterjunkan ke wilayah hukum Polda Aceh dan ditempatkan di
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 Yon WPS diterjunkan ke wilayah hukum Polda Aceh dan ditempatkan di 12 Polres.
Untuk Polres Bireuen, sebanyak 22 mahasiswa bersama satu perwira pendamping mendapat penugasan khusus. Sebelum turun ke lapangan, Selasa (10/2/2026), mereka mengikuti rangkaian kegiatan orientasi dan pemetaan penanganan bencana di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin Perwira Pendamping, KBP Taufik Hidayat SH SIK MSi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kedisiplinan, soliditas tim, serta kepekaan mahasiswa terhadap kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Usai apel, rombongan mahasiswa STIK melaksanakan orientasi di Polres Bireuen dan disambut langsung Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK MMed Kom. Kapolres memaparkan gambaran umum situasi keamanan serta kondisi kebencanaan di Kabupaten Bireuen, sekaligus mengapresiasi keterlibatan mahasiswa STIK dalam mendukung upaya penanganan bencana.
Baca juga: TMMD Ke-127 Kodim 0111/Bireuen Resmi Dimulai di Jeunieb
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Kabag Ops dan Kabag SDM Polres Bireuen terkait data serta kebutuhan penanggulangan bencana alam di wilayah tersebut.
Berdasarkan data yang disampaikan, banjir yang terjadi berdampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Aktivitas pendidikan di wilayah terdampak terhenti sekitar 1,5 bulan.
Tercatat 30 titik pengungsian tersebar di 17 kecamatan dengan jumlah pengungsi mencapai 2.097 jiwa. Dalam peristiwa tersebut, 40 orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga orang masih dinyatakan hilang serta dalam proses pencarian.
Kerusakan infrastruktur juga cukup besar, meliputi 58 unit jembatan putus dan 76 ruas jalan mengalami kerusakan, yang berdampak pada terganggunya akses mobilitas dan distribusi logistik.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa STIK Angkatan ke-83 melaksanakan pemetaan lanjutan di Polsek Peusangan guna memperoleh gambaran lebih detail terkait kondisi lapangan dan kebutuhan prioritas masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu menyusun pemetaan komprehensif sebagai dasar pelaksanaan program Dianmas, khususnya dalam mendukung penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen. (*)
| Data Pascabencana Aceh Tengah 100 Persen Sinkron, Siap Masuk Tahap Lanjutan |
|
|---|
| Sudah 5 Bulan Terisolir, Warga Alue Wakie Nagan Raya Desak Pembangunan Jembatan Rangka Baja |
|
|---|
| Dijenguk Relawan Psikososial, Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Menangis Haru |
|
|---|
| Civil Insight USK Gaungkan Infrastruktur Tangguh, Aceh Bangkit Lebih Kuat Pascabencana |
|
|---|
| Rakit Masih Menjadi Alat Penyeberangan Korban Banjir Bandang di Sawang Aceh Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/polisi-9ijk.jpg)