Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Dukung Program Gentengisasi Prabowo, Mahfudz Nilai Aceh Punya Modal Alam Masuk Industri Genteng

Harapan kita, pembangunan rumah hunian tetap di Aceh tidak lagi didominasi atap seng, tetapi mulai beralih ke genteng.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/RIANZA ALFANDI
Ketua Harian Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Aceh yang juga Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perencanaan Pembangunan, Mahfudz Y Loethan, menilai Aceh memiliki modal kuat untuk mengambil peran strategis dalam program gentengisasi nasional, terutama dalam penyediaan genteng tanah liat untuk kebutuhan pembangunan rumah hunian tetap (huntap) dan perumahan rakyat. 
Ringkasan Berita:Program gentengisasi nasional dinilai membuka peluang bagi Aceh menjadi produsen genteng tanah liat karena ketersediaan bahan baku yang melimpah.
 
Industri ini berpotensi menyerap tenaga kerja dan mendorong perputaran ekonomi hingga ke tingkat desa.
 
Dengan dukungan kebijakan dan pembiayaan, gentengisasi bisa menjadi strategi industrialisasi Aceh berbasis desa sekaligus meningkatkan kualitas hunian rakyat.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Program gentengisasi yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026) lalu, dinilai membuka peluang besar bagi Aceh untuk terlibat langsung sebagai produsen genteng tanah liat.

Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang mendorong peningkatan kualitas hunian rakyat melalui penggunaan material bangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ketua Harian Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Aceh yang juga Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perencanaan Pembangunan, Mahfudz Y Loethan, menilai Aceh memiliki modal kuat untuk mengambil peran strategis dalam program gentengisasi nasional, terutama dalam penyediaan genteng tanah liat untuk kebutuhan pembangunan rumah hunian tetap (huntap) dan perumahan rakyat.

PROGRAM GENTENGISASI – Japnas Aceh nilai program gentengisasi yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dapat membuka peluang besar bagi Aceh untuk terlibat langsung sebagai produsen genteng tanah liat. Ilustrasi ini diolah dengan kecerdasan Chat GPT, Rabu (11/2/2026).
PROGRAM GENTENGISASI – Japnas Aceh nilai program gentengisasi yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dapat membuka peluang besar bagi Aceh untuk terlibat langsung sebagai produsen genteng tanah liat. Ilustrasi ini diolah dengan kecerdasan Chat GPT, Rabu (11/2/2026). (SERAMBINEWS.COM/AI)

“Harapan kita, pembangunan rumah hunian tetap di Aceh tidak lagi didominasi atap seng, tetapi mulai beralih ke genteng. 

Ini bukan sekadar soal atap, tapi soal bagaimana Aceh bisa ikut memproduksi materialnya dan mendapatkan nilai tambah ekonomi,” ujar Mahfudz, Rabu (11/2/2026)

Menurut Mahfudz, kebijakan gentengisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hunian, tetapi juga membuka ruang industrialisasi berbasis desa yang dapat memperkuat ekonomi daerah. 

Ia juga menilai bahwa Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang memadai untuk mengembangkan industri genteng tanah liat secara mandiri.

Baca juga: Prabowo Canangkan Proyek Gentengisasi, Minta Semua Atap Seng Ganti Genteng, Ini Tujuannya

Lebih lanjut, Mahfudz menegaskan, Aceh memiliki modal alam yang memadai untuk masuk dalam industri genteng tanah liat. 

Ketersediaan material tanah liat di Aceh cukup melimpah, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan banjir.

“Justru daerah bekas banjir itu menyimpan potensi besar. Endapan tanah liatnya ada, tinggal bagaimana dikelola dengan baik. Kalau ini dimanfaatkan, Aceh bisa membangun sentra produksi genteng sendiri,” ungkapnya.

Mahfudz juga menjelaskan, industri genteng merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, mulai dari proses pengolahan bahan baku, pembakaran, distribusi, hingga pemasangan di lapangan. 

Jika gentengisasi diterapkan secara konsisten dalam pembangunan perumahan, perputaran ekonomi akan langsung dirasakan hingga ke tingkat gampong.

Baca juga: VIDEO Viral Genteng Rumah Pecah Akibat Sound System Hajatan

“Belanja material untuk satu rumah saja nilainya jutaan rupiah. Kalau dibangun ribuan rumah, uangnya berputar di daerah, bukan keluar. Ini ekonomi rakyat yang nyata,” ujarnya.

Aceh mengambil peran sebagai produsen genteng

Selain berdampak ekonomi, kata Mahfudz, penggunaan genteng tanah liat juga dinilai lebih mendukung kenyamanan hunian karena mampu meredam panas, sehingga rumah menjadi lebih sejuk dan dapat menekan biaya listrik masyarakat dalam jangka panjang.

Untuk itu, ia menekankan agar Aceh benar-benar mampu mengambil peran sebagai produsen genteng dalam program nasional tersebut, diperlukan dukungan kebijakan lanjutan.

Seperti pendampingan teknologi produksi, akses pembiayaan bagi UMKM, serta perencanaan kawasan industri rakyat yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan perumahan.

“Kalau ini disiapkan dengan serius, gentengisasi bukan hanya memperbaiki rumah rakyat, tapi juga menjadi strategi industrialisasi Aceh berbasis desa,” pungkasnya.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Turun Puluhan Ribu Per Mayam Hari Ini, 10 Februari 2026 Dijual Segini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved