Napak Tilas
Napak Tilas dan Doa Bersama Warnai Peringatan 127 Tahun Syahidnya Teuku Umar
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati 127 tahun syahidnya Pahlawan Nasional
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Peringatan tahun ini dimulai sejak Senin (9/2/2026) dengan berbagai kegiatan yang sarat nilai sejarah dan religius.
- Rangkaian acara diawali malam renungan di Batu Puteh, dilanjutkan Napak Tilas menelusuri jejak perjuangan Teuku Umar, serta doa bersama di kompleks makam.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati 127 tahun syahidnya Pahlawan Nasional Teuku Umar.
Puncak peringatan ditandai dengan upacara ziarah yang dipimpin langsung Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Kompleks Makam Teuku Umar, Desa Mugo Rayeuk, Kecamatan Panton Reu, Rabu (11/2/2026).
Upacara berlangsung khidmat, diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, peletakan karangan bunga, serta prosesi tabur bunga dan siraman makam sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan Teuku Umar dalam melawan penjajahan.
Bupati Tarmizi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan puncak dari seluruh rangkaian peringatan yang telah berlangsung selama tiga hari.
“Hari ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan syahidnya Teuku Umar ke-127 tahun 2026. Kita melaksanakan upacara dan siraman makam, sekaligus penyerahan hadiah kepada para juara Napak Tilas, mulai juara satu hingga juara tiga,” ujar Tarmizi.
Ia menjelaskan, peringatan tahun ini dimulai sejak Senin (9/2/2026) dengan berbagai kegiatan yang sarat nilai sejarah dan religius. Rangkaian acara diawali malam renungan di Batu Puteh, dilanjutkan Napak Tilas menelusuri jejak perjuangan Teuku Umar, serta doa bersama di kompleks makam.
Baca juga: Di Tugu Teuku Umar, Ratusan Pejabat Eselon III dan IV Aceh Barat Emban Jabatan Baru
“Tiga hari pelaksanaan, seperti biasa dimulai dengan malam renungan di Batu Puteh, kemudian Napak Tilas, doa bersama di makam Teuku Umar, dan puncaknya hari ini dengan upacara ziarah,” jelasnya.
Menurut Tarmizi, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Ia menegaskan, kemerdekaan dan kondisi yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga.
“Peringatan ini menjadi pelajaran terutama bagi generasi muda agar memahami sejarah. Kita bisa seperti sekarang ini karena jasa para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan nyawanya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Napak Tilas, para peserta diajak mengenang sekaligus merasakan kembali semangat perjuangan Teuku Umar di medan perang. Sementara doa bersama menjadi wujud rasa syukur dan penghormatan kepada sang pahlawan yang gugur demi bangsa dan tanah air.
Peringatan syahidnya Teuku Umar setiap tahun menjadi agenda rutin Pemkab Aceh Barat sebagai bentuk komitmen menjaga dan merawat nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa, sekaligus memperkuat semangat nasionalisme di tengah masyarakat. (sb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/napak-tilas-y8ijk.jpg)