Senin, 11 Mei 2026

Berita Aceh Besar

Target Penuhi 457 Pengajar Beut Kitab, Bupati Aceh Besar Tinjau Langsung Seleksi

Syech Muharram memastikan proses seleksi berjalan sesuai standar guna menghadirkan tenaga pengajar berkualitas di sekolah-sekolah.

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
TINJAU SELEKSI - Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram), meninjau proses seleksi guru beut bak sikula, di Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (12/2/2026 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menargetkan pemenuhan 457 kebutuhan pengajar Beut Kitab Bak Sikula untuk jenjang SD dan SMP yang tersebar di seluruh kecamatan.
  • Bupati Aceh Besar Syech Muharram memastikan proses seleksi berjalan sesuai standar guna menghadirkan tenaga pengajar berkualitas di sekolah-sekolah.
  • Dalam seleksi tersebut, para peserta diuji kemampuan membaca kitab, menulis Arab Jawi, membaca Al-Qur’an, serta kemampuan menyampaikan isi kitab kepada siswa.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menargetkan pemenuhan 457 kebutuhan pengajar Beut Kitab Bak Sikula untuk jenjang SD dan SMP yang tersebar di seluruh kecamatan.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Aceh Besar H Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram saat meninjau langsung pelaksanaan seleksi guru Beut Kitab Bak Sikula di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (12/2/2026).

Syech Muharram memastikan proses seleksi berjalan sesuai standar guna menghadirkan tenaga pengajar berkualitas di sekolah-sekolah.

“Alhamdulillah, hari ini kita melanjutkan seleksi guru Beut Kitab Bak Sikula. Ini hari pertama setelah dua hari lalu kita melakukan seleksi guru SPT dan guru diniyah yang lama,” ujarnya.

Dalam seleksi tersebut, para peserta diuji kemampuan membaca kitab, menulis Arab Jawi, membaca Al-Qur’an, serta kemampuan menyampaikan isi kitab kepada siswa.

Kompetensi itu menjadi syarat utama bagi calon guru yang akan mengajar dalam program Beut Kitab di sekolah.

“Terdapat 150 peserta dari delapan kecamatan. Semua proses berada di bawah pengawasan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar,” katanya.

Baca juga: Bersinergi Membangun Madrasah Unggul, MAN 6 Aceh Besar Gelar Rapat Koordinasi 2026

Saat ini, program percontohan Beut Bak Sikula telah melibatkan 124 guru yang dinyatakan lulus dan telah mengajar.

 Selain itu, terdapat 52 guru SPT yang juga telah melalui proses seleksi.

Namun secara keseluruhan, kebutuhan guru untuk program tersebut mencapai 457 orang.

“Artinya masih ada sekitar 281 guru lagi yang harus kita seleksi. Proses ini akan berjalan beberapa hari ke depan. Kita ingin guru-guru terbaik yang terpilih agar mampu melahirkan anak didik terbaik pula,” tegasnya.

Syech Muharram menjelaskan, kebutuhan guru di setiap sekolah bergantung pada jumlah rombongan belajar (rombel).

Dalam satu sekolah dengan enam rombel, misalnya, hanya dibutuhkan dua guru karena sistem pengajaran dilaksanakan tiga hari dalam seminggu dan ditempatkan pada jam pertama atau kedua agar siswa lebih fokus.

“Tidak semua sekolah sama, semua tergantung rombel. Mereka masuk tiga hari dalam seminggu di jam awal supaya anak-anak lebih fresh,” jelasnya.

Baca juga: Tim Gabungan Sidak Lokasi Tambang Emas Ilegal di Sungai Siron, Aceh Besar, Ini Ditemukan

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar, Rahmawati SPd MSi menyebutkan total kebutuhan guru Beut Bak Sikula untuk jenjang SD dan SMP mencapai 457 orang.

“Yang sudah lulus seleksi tahap awal ada 124 orang. Kemudian dari guru SPT yang sudah kita seleksi ada 52 orang. Hari ini kita lanjutkan seleksi untuk sisa 281 orang lagi,” ujarnya.

Rahmawati mengungkapkan, jumlah pendaftar yang mengikuti pembinaan hingga malam sebelumnya mencapai sekitar 500 orang. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat.

“Salah satu dasar seleksi hari ini adalah adanya rekomendasi dari dayah tempat mereka mondok, sehingga dayah tersebut benar-benar mengirimkan guru terbaiknya untuk mengajar di SD maupun SMP,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved