Breaking News
Rabu, 15 April 2026

Berita Aceh Timur

Mitigasi Konflik, 79,92 Km Kawat Kejut Gajah Segera Dibangun di Aceh Timur

"Kami berharap kawat kejut gajah atau fenching segera dibangun di Peunaron, sehingga koridor gajah tidak terganggu dan petani bisa bertani dengan...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
Camat Peunaron, H. Muhammad Ishak, menyampaikan sambutan sekaligus membuka FGD Teknis dan Tahapan Pelaksanaan Pembangunan Barier Gajah Dalam Upaya Mitigasi Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Aula Kantor Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur, Kamis (12/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BKSDA Aceh bersama Pemkab Aceh Timur dan Forum Konservasi Leuser (FKL) akan membangun kawat kejut gajah (fencing) sepanjang 79,92 km untuk mengurangi konflik gajah dengan manusia.
  • Pagar listrik akan dibangun di dua kecamatan, Peunaron dan Serbajadi, melintasi enam gampong (Sri Mulya, Arul Pinang, Peunaron Baru, Bunin, dan Arul Duren).
  • Camat Peunaron, Muhammad Ishak, menyambut baik langkah ini dan berharap mendukung program mitigasi satwa melalui Call Center serta Posko Pengaduan Konflik Satwa.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sebagai bentuk mitigasi konflik gajah dengan manusia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, melalui Forum Konservasi Leuser (FKL) akan segera membangun kontruksi kawat kejut gajah atau fenching sepanjang 79,92 kilometer.

Fenching yang akan dibangun melintasi dua kecamatan yakni, Kecamatan Peunaron dan Serbajadi.

Rinciannya, Kecamatan Peunaron meliputi Gampong Sri Mulya 11,5 kilometer, Arul Pinang 30,71 kilometer, Peunaron Baru 9,26 kilometer, Peunaron Baru 56,83 kilometer.

Selanjutnya, di Kecamatan Serbajadi meliputi Gampong Bunin 9,72 kilometer dan Gampong Arul Duren 13,37 kilometer.

Camat Peunaron, Muhammad Ishak, dalam sambutannya mengapresiasi usaha panjang FKL dalam program mitigasi konflik gajah dengan manusia di wilayahnya, sehingga dalam waktu dekat akan terbangun hampir 80 kilometer kawat kejut gajah di enam desa dalam kecamatan.

"Kita berharap, langkah mitigasi konflik satwa melalui pagar kejut gajah ini menjadi dorongan untuk mendukung program mitigasi satwa melalui Call Center dan Posko Pengaduan Konflik Satwa yang digagas Camat Peunaron akhir tahun lalu, sehingga ide dan gagasan itu berjalan lebih optimal dimasa yang akan datang," katanya. 

Dia menjelaskan, lahirnya Call Center dan Posko Pengaduan Konflik Satwa itu berawal dari analisa dan kajian mendalam Camat Peunaron dalam melihat konflik satwa yang berkepanjangan di Peunaron, bahkan Agustus 2025 juga mendapat laporan gajah  mati di Alur Kijing, Gampong Arul Pinang.

"Bahkan tidak lama kemudian, harimau sumatera juga kerap menerima ternak warga di Peunaron Baru dan Sri Mulya," urainya. 

Di depan Kepala Resort Langsa BKSDA Provinsi Aceh, Muhammad Ishak meminta dukungan semua pihak, sehingga posko pengaduan konflik satwa yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Peunaron benar-benar menjadi central pelaporan dan langkah awal mitigasi dalam mencegah jatuhnya korban manusia. 

"Kami berharap kawat kejut gajah atau fenching segera dibangun di Peunaron, sehingga koridor gajah tidak terganggu dan petani bisa bertani dengan nyaman dan aman," tuturnya, sembari meminta, keuchik bermusyawarah dengan Tuha Peut Gampong (TPG) agar kontruksi pagar kejut gajah tetap terawat dan bermanfaat secara jangka menengah.(*)

Baca juga: Ramadhan, Layanan PDAM Tirta Persada Aceh Timur Diharap Lebih Optimal

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved