Satu Tahun Muharram & Syukri
PUPR Aceh Besar Tuntaskan Program Strategis 2025
KOMITMEN pembangunan Aceh Besar diterjemahkan secara nyata oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Komitmen pembangunan Aceh Besar diterjemahkan secara nyata oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Sepanjang Tahun Anggaran 2025, berbagai program strategis infrastruktur berhasil direalisasikan di kecamatan dan gampong, menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat: sumber daya air, jalan, permukiman, sanitasi, hingga penyediaan air bersih.
Di sektor sumber daya air, Dinas PUPR Aceh Besar merehabilitasi tiga unit bendung irigasi kewenangan kabupaten di tiga kecamatan.
Selain itu, rehabilitasi saluran primer dan sekunder sepanjang 830 meter di satu daerah irigasi juga dituntaskan untuk menjamin kelancaran suplai air pertanian.
Normalisasi saluran pembuang irigasi sepanjang 5.240 meter di tiga lokasi turut dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir dan penguatan fungsi jaringan irigasi.
Kepala Dinas PUPR Aceh Besar, Syahrial Amanullah, ST, menegaskan bahwa irigasi menjadi salah satu fokus utama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan daerah.
“Perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian. Dengan irigasi yang baik, petani dapat lebih optimal mengelola lahannya,” jelas Syahrial.
Selain itu, pemeliharaan rutin bendung dan jaringan irigasi di 18 daerah irigasi kewenangan kabupaten terus dilakukan guna menjaga keberlanjutan infrastruktur yang telah dibangun.
Jalan, Air Bersih, dan Hunian Layak Di sektor permukiman dan sanitasi, Dinas PUPR membangun 22 unit sumur gali bagi masyarakat miskin di tujuh gampong serta empat unit MCK umum di empat gampong.
Pembangunan dan rehabilitasi drainase lingkungan sepanjang 2.450 meter di 12 gampong juga dilakukan untuk mengatasi genangan dan banjir lokal.
“Akses air bersih dan sanitasi yang layak adalah kebutuhan dasar. Karena itu, program sumur gali, MCK, drainase, dan sanitasi individual terus kita dorong,” tambah Syahrial.
Sementara di bidang jalan, pembangunan dan rehabilitasi jalan lingkungan sepanjang 9.470 meter berhasil menjangkau 46 gampong, memberikan dampak langsung pada mobilitas warga dan penguatan ekonomi lokal.
Di sisi lain, peningkatan dan rehabilitasi jalan kabupaten sepanjang 7.070 meter di 14 ruas jalan serta pemeliharaan rutin di 10 ruas jalan kabupaten juga telah diselesaikan.
Tak hanya itu, dua unit jembatan gantung di dua gampong direhabilitasi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya bagi masyarakat pedesaan yang sebelumnya bergantung pada akses terbatas.
Di sektor perumahan, Pemkab Aceh Besar membangun 12 unit rumah layak huni dan merehabilitasi 75 unit rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hunian yang aman dan manusiawi.
“Program rumah layak huni adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu,” ujar Syahrial.
Sebagai pelengkap, pembangunan 300 unit tangki septik individual di 12 gampong serta pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), baik berbasis masyarakat maupun PDAM, terus dilakukan melalui pembangunan jaringan pipa, sambungan rumah bagi ribuan kepala keluarga, serta pembangunan sumur bor dan reservoir di berbagai wilayah.
Melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berupaya memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan menghubungkan gampong, menggerakkan ekonomi, dan membuka harapan baru bagi warganya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FJYFF.jpg)